Kabar Saham Hari Ini : Per 9M-2025, Laba Bersih PT TIMAH Tbk (TINS) Melesat 2 Kali Lipat Dari Laba Bersih Semester 1 2025. Intip Kinerjanya Sob

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 4 November 2025 | 12:56 WIB
Kabar Saham Hari Ini : Per 9M-2025, Laba Bersih PT TIMAH Tbk (TINS) Melesat 2 Kali Lipat Dari Laba Bersih Semester 1 2025. Intip Kinerjanya Sob (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Kabar Saham Hari Ini : Per 9M-2025, Laba Bersih PT TIMAH Tbk (TINS) Melesat 2 Kali Lipat Dari Laba Bersih Semester 1 2025. Intip Kinerjanya Sob (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

Dari sisi struktur modal, Debt to Asset Ratio tercatat sebesar 44,4%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 79,9%, menandakan bahwa tingkat utang masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.

Secara keseluruhan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam posisi keuangan yang cukup stabil untuk mendukung operasional perusahaan ke depan.

"Seiring dengan peningkatan produksi dari quarter to quarter, momentum tren kenaikan harga logam timah global serta dukungan pemerintah terhadap perbaikan tata kelola pertambangan timah, Perseroan berhasil membukukan laba bersih 9M 2025 sebesar Rp 602 miliar dua kali lipat dari laba bersih semester 1 2025,“ ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk Fina Eliani dalam keterangannya dikutip Kalimantansatu.com pada Selasa (4/11/2025).

Kondisi saat ini dan prospek ke depan

Aktivitas manufaktur elektronik yang merupakan pendorong utama permintaan timah diperkirakan akan menguat pada tahun 2025.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini: Laba Bersih Rp1,18 Triliun Sampai September 2025, Avian Brands Bakal Bagi Dividen Dividen Interim Lebih dari Rp600 M, Cek Jadwal

Berdasarkan publikasi laporan International Tin Association (ITA) memperkirakan bahwa penggunaan logam timah di tahun 2025 mengalami pemulihan senilai 0,6% atau mencapai 380.160 Metrik Ton dan perkiraan supply sebesar 374.910 Metrik Ton.

Perkiraan harga timah pada tahun 2025 berkisar antara USD 32.254/Ton hingga USD34.000/Ton berdasarkan data Bloomberg.

Di sisi fundamental, pengetatan pasar timah didorong oleh terbatasnya pasokan dari Indonesia, Myanmar, MSC dan DRC yang diperparah oleh regulasi, konflik dan pemeliharaan produksi.

Sementara perkiraan harga logam timah global di tahun 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya peningkatan penggunaan elektronik, semikonduktor, chips serta digitalisasi dan Artificial Intellegence (AI).

Prospek ekonomi makro juga akan tetap mempengaruhi pergerakan harga logam timah seperti ketidakpastian seputar rencana stimulus fiskal China dan reaksi terhadap kebijakan Federal Reserve.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X