Dari sisi struktur modal, Debt to Asset Ratio tercatat sebesar 44,4%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 79,9%, menandakan bahwa tingkat utang masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.
Secara keseluruhan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam posisi keuangan yang cukup stabil untuk mendukung operasional perusahaan ke depan.
"Seiring dengan peningkatan produksi dari quarter to quarter, momentum tren kenaikan harga logam timah global serta dukungan pemerintah terhadap perbaikan tata kelola pertambangan timah, Perseroan berhasil membukukan laba bersih 9M 2025 sebesar Rp 602 miliar dua kali lipat dari laba bersih semester 1 2025,“ ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk Fina Eliani dalam keterangannya dikutip Kalimantansatu.com pada Selasa (4/11/2025).
Kondisi saat ini dan prospek ke depan
Aktivitas manufaktur elektronik yang merupakan pendorong utama permintaan timah diperkirakan akan menguat pada tahun 2025.
Berdasarkan publikasi laporan International Tin Association (ITA) memperkirakan bahwa penggunaan logam timah di tahun 2025 mengalami pemulihan senilai 0,6% atau mencapai 380.160 Metrik Ton dan perkiraan supply sebesar 374.910 Metrik Ton.
Perkiraan harga timah pada tahun 2025 berkisar antara USD 32.254/Ton hingga USD34.000/Ton berdasarkan data Bloomberg.
Di sisi fundamental, pengetatan pasar timah didorong oleh terbatasnya pasokan dari Indonesia, Myanmar, MSC dan DRC yang diperparah oleh regulasi, konflik dan pemeliharaan produksi.
Sementara perkiraan harga logam timah global di tahun 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya peningkatan penggunaan elektronik, semikonduktor, chips serta digitalisasi dan Artificial Intellegence (AI).
Prospek ekonomi makro juga akan tetap mempengaruhi pergerakan harga logam timah seperti ketidakpastian seputar rencana stimulus fiskal China dan reaksi terhadap kebijakan Federal Reserve.
(*)
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Harry Latif Mundur dari Direktur Adira Dinamika Multifinance (ADMF), Ini Riwayat Karier dan Pendidikannya
Kabar Saham Hari Ini : Rilis Laporan Keuangan Kuartal III 2025, Pendapatan ABM Investama (ABMM) Turun 12,5% Secara Tahunan, Ini Penyebabnya
Kabar Saham Hari Ini : Mengulik Laporan Keuangan MNC Kapital Indonesia (BCAP) di Kuartal III 2025, Laba Bersih Melonjak Sebesar 30,6% yoy
Kabar Saham Hari Ini : PT Jasnita Telekomindo Tbk Jalin Kerja Sama Strategis dengan Perusahaan Teknologi China Xiaowei Technology (Zhuhai) Co. Ltd
Kabar Saham Hari Ini : Terjadi Dugaan Penggelapan Dana di Toba Surimi Industries oleh Oknum Internal ! Begini Penjelasan Manajemen CRAB
Kabar Saham Hari Ini: Laba Bersih Rp1,18 Triliun Sampai September 2025, Avian Brands Bakal Bagi Dividen Dividen Interim Lebih dari Rp600 M, Cek Jadwal
Kabar Saham Hari Ini : Green Power Group (LABA) Dirikan Anak Usaha Baru, Gandeng Perusahaan Asal Tiongkok Suzhou Xuran Plastic Co., Ltd
Kabar Saham Hari Ini : Kaza Mall Surabaya Hadirkan Tenant Baru, Lengkapi Pilihan Fashion Kawasan Komersial Milik PP Properti (PPRO)
Kabar Saham Hari Ini : Rilis Laporan Keuangan Kuartal III 2025, Laba Bersih Habco Trans Maritima (HATM) Turun 3% ! Apa Penyebabnya ?
Kabar Saham Hari Ini : PTPP Teken Kontrak Pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif di IKN Senilai Rp1,9 Triliun ! Kapan Mulai Pelaksanaannya ?