Terungkap Alasan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) Tambah Kegiatan Usaha Baru, Bagaimana Prospek Studi Kelayakannya ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 13 November 2025 | 14:42 WIB
Terungkap Alasan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) Tambah Kegiatan Usaha Baru, Bagaimana Prospek Studi Kelayakannya ? (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Terungkap Alasan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) Tambah Kegiatan Usaha Baru, Bagaimana Prospek Studi Kelayakannya ? (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berencana menambahkan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya agar sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan.

Penambahan tersebut dalam rangka restrukturisasi kegiatan usaha group Perseroan.

Pasalnya, CSIS dipersiapkan untuk menjadi perusahaan holding real estate pada group Perseroan.

Sehubungan dengan rencana Penambahan KBLI Baru, CSIS telah menunjuk penilai independen yang terdaftar di OJK, yaitu KJPP Syarif Endang & Rekan (KJPP MSE) sebagai pihak independen untuk memberikan pendapat atas rencana Penambahan KBLI Baru.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Dwi Setijo Adji Mundur dari Posisi Direktur Minna Padi lnvestama Sekuritas (MINA)

Berdasarkan ringkasan laporan studi kelayakan, dari Kajian Kelayakan Pasar, perekonomian Indonesia triwulan I 2025 tercatat tumbuh positif sebesar 4,87% (yoy).

Ketersediaan lahan industri di sekitar Jakarta semakin terbatas, terutama di Bekasi, Tangerang, dan Bogor, sehingga ekspansi bergeser ke wilayah timur seperti Karawang yang masih memiliki pasokan substansial untuk industri skala menengah besar, serta Purwakarta dan Subang yang menawarkan lahan luas dengan harga lebih kompetitif dan dukungan infrastruktur baru.

Pada 2024, sektor kendaraan listrik (EV) mendominasi penjualan lahan industri dengan kontribusi 41% dari total transaksi, dipimpin investasi besar BYD di Subang Smartpolitan dan CATL di Karawang, sementara sektor pusat data tetap kuat dengan 64,59 hektar atau 19,1% dari total.

Industri otomotif konvensional menyerap 30,37 hektar di enam kawasan, diikuti permintaan signifikan dari industri bahan bangunan, termasuk transaksi 23,7 hektar di Kawasan Industri Krakatau Cilegon.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal IV 2024 solid dan tren pertumbuhan lahan industri diperkirakan berlanjut.

Baca Juga: Optimisme Penghujung Tahun 2025, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tambah Satu Set Armada Baru di Tambatan Sungai Putat

"Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak," ungkap Manajemen CSIS dikutip Kalimantansatu.com dari Keterbukaan Informasi Publik Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 13 November 2025.

Sementara itu, dari Kajian Kelayakan Teknis, CSIS sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung entitas anak di bidang real estate, didukung pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun serta dukungan finansial untuk kelancaran proyek.

Perseroan memastikan entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur yang lengkap sehingga kegiatan usaha dapat berjalan berkesinambungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X