KALIMANTANSATU.COM - PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) buka suara soal piutang usaha belum tertagih melewati batas tempo.
Merujuk CALK 6 Piutang Usaha, lebih dari 50% piutang usaha ALII telah melewati jatuh tempo.
Direktur Utama ALII Faisal Mohamad Nor menegaskan, piutang usaha yang telah jatuh tempo tersebut sebagian besar berasal dari PT Ade Putra Tanrajeng (APT) dan PT Guruh Putra Bersama (GPB).
Kedua perusahaan itu adalah perusahaan pertambangan batubara yang merupakan pelanggan utama Perseroan.
"Penyebab besarnya jumlah piutang usaha yang telah jatuh tempo tersebut, dikarenakan APT dan GPB karena satu dan lain hal belum juga dapat memenuhi pembayaran sesuai dengan ketentuan pembayaran yang telah disepakati," ungkap Faisal dalam Jawaban Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Salah satu yang belakangan ini dapat dianggap tantangan terbesar dari APT dan GPB adalah cashflow, dimana hal ini disebabkan oleh kondisi turunnya harga batubara dan evakuasi batubara dari site APT dan GPB juga belum selancar yang diharapkan.
Kondisi belum lancarnya evakuasi juga masih mengakibatkan jumlah stok batubara yang cukup banyak di area penumpukan APT dan GPB.
"Akan tetapi, di sisi lain, hal ini (masih banyaknya stok batubara) juga menjaga keyakinan Perseroan bahwa piutang usaha tersebut akan dibayar secara patut dan keadaan akan membaik di kemudian hari," terangnya.
Perseroan, lanjut dia, secara aktif menjaga komunikasi dengan APT dan GPB, sehingga diharapkan bisa meningkatkan tingkat keberhasilan penagihan (collection).
Hal ini dapat terlihat, dimana dengan meningkatnya rata-rata penerimaan pada tahun 2024 rata-rata penerimaan adalah Rp48,87 miliar per bulan, sedangkan pada tahun 2025 adalah Rp80,48 miliar per bulan.
"Perseroan juga terus melakukan pemantauan atas kinerja produktivitas batubara milik APT dan GPB," timpalnya.
Faisal melanjutkan, APT telah mendapat persetujuan RKAB untuk tahun 2025 sebesar 8 juta ton (yang tahun sebelumnya hanya 5 juta ton), dan GPB telah mendapat persetujuan RKAB GPB tahun 2025 sebesar 2 juta ton.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Per 9M-2025, Laba Bersih PT TIMAH Tbk (TINS) Melesat 2 Kali Lipat Dari Laba Bersih Semester 1 2025. Intip Kinerjanya Sob
Kabar Saham Hari Ini : Melihat Laporan Keuangan Surya Semesta Internusa (SSIA) di 9M2025, Pendapatan Konsolidasi Turun 14,2%
Kabar Saham Hari Ini : Raih Kinerja Positif di Kuartal III 2025 ! Laba Bersih Saraswanti Indoland Development (SWID) Melonjak 150%
Kabar Saham Hari Ini : Cek Jadwal Bagi Dividen ASRM ! Ketahui Cum Date, Ex-Date dan Tanggal Pembayaran Dividen Asuransi Ramayana Sob
Pelayaran Jaya Hidup Baru Resmi IPO Hari Ini ! Harga Saham PJHB ARA Mentok, Waran PJHB Terbang 40.900%
Perhatian Buat Trader dan Investor Saham PJHB ! Bikin Lega Nih, Ada Larangan OJK untuk Pengendali dan Investor yang Dapat Harga di Bawah Penawaran
Optimisme Penghujung Tahun 2025, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tambah Satu Set Armada Baru di Tambatan Sungai Putat
Kabar Saham Hari Ini : Dwi Setijo Adji Mundur dari Posisi Direktur Minna Padi lnvestama Sekuritas (MINA)
Berapa Harga Dividen Saham MEDC yang Dibagikan pada 28 November 2025 ? Terbaru, Direksi Medco Energi Internasional Sudah Tetapkan Kurs Tengah BI
Terungkap Alasan Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) Tambah Kegiatan Usaha Baru, Bagaimana Prospek Studi Kelayakannya ?
Pesan OJK untuk Generasi Muda yang Ingin Terjun di Saham, Obligasi dan Reksa Dana : Pasar Modal Bukan Arena Spekulasi atau Perjudian, Tapi Investasi
Dirut BJB Yusuf Saadudin Meninggal Dunia Hari Ini Jumat 14 November 2025, Manajemen Ungkap Duka Mendalam : Kehilangan Sosok Pemimpin Luar Biasa
Mengintip Kinerja Keuangan Bank BCA (BBCA) di 9 Bulan Pertama 2025, Kredit Tumbuh Ditopang Ekspansi Berkualitas dan Terjaganya Likuiditas
Kabar Saham Hari Ini : Bukit Asam (PTBA) Terima Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior Rp3,56 Triliun dari BRI, Bank Mandiri dan BNI ! Bakal Untuk Apa ?