KALIMANTANSATU.COM - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) buka suara terkait perubahan total dana yang diperoleh dari Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Terbaru, total dana PMTHMETD menjadi Rp23.670.819.000.000 (Rp23,67 Triliun) pada keterbukaan informasi pada 7 November 2025.
Angka itu berubah dari USD1.846.320.636 pada keterbukaan informasi 9 Oktober 2025.
Terkait hal tersebut, Vice President Corporate Secretary Group Head GIAA Andreas Tumpal H Hutapea menegaskan, pelaksanaan PMTHMETD merupakan proses yang komprehensif serta memerlukan kajian menyeluruh sebagai bentuk pengajuan GIAA kepada PT Danantara Asset Management (DAM).
"Adapun terhadap pengajuan yang diusulkan Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari DAM melalui Surat Nomor SR.022/DI-DAM/MDR/2025 tanggal 29 Oktober 2025 dengan nilai Rp23.670.819.000.000 sebagaimana dituangkan dalam KI (Keterbukaan Informasi) dan materi RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," ungkapnya dikutip Kalimantansatu.com dari penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025).
Otomatis, terdapat juga perubahan terhadap rencana penggunaan dana sesuai keterbukaan informasi tanggal 7 November 2025 dibandingkan sebelumnya pada 9 Oktober 2025.
"Perubahan rencana penggunaan dana hasil PMTHMETD merupakan dampak dari penyesuaian jumlah penambahan modal," timpalnya.
Sebagai informasi, berikut ini perubahan rencana penggunaan dana hasil PMTHMETD GIAA terbaru :
1. SEBELUMNYA : Sebesar 29% digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Perseroan, yang meliputi pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
PERUBAHAN : Sebesar 36,78% atau setara dengan Rp8.707.166.000.000 akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dan operasional Perseroan, yang meliputi pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat dengan rincian sebagai berikut:
(a) 7,7% atau setara dengan sebesar IDR1.822.731.000.000 berasal dari SHL; dan
(b) 29,08% atau setara dengan IDR 6.884.435.000.000 berasal dari penambahan modal tunai, untuk pesawat tertentu yang jatuh periode di tahun 2025/2026. Perawatan dan perbaikan pesawat akan dilakukan oleh GMF dan/atau MRO lainnya berdasarkan Perjanjian Induk Perawatan Pesawat No. IG/PERJ/DE-3098/2018 dan No. GMF/PERJ/DT-3074/2018 tanggal 12 Maret 2018 antara Perseroan dengan GMF.
2. SEBELUMNYA : Sebesar 37% digunakan untuk melakukan peningkatan modal pada Citilink dalam rangka pembiayaan modal kerja dan operasional Citilink, yang meliputi pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : 50% Lewat Jatuh Tempo, Ancara Logistics Indonesia (ALII) Buka Suara Soal Penyebab Piutang Usaha Belum Tertagih
Kabar Saham Hari Ini: Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) Dapat Pinjaman Berjangka Sebesar USD100 Juta dari MUFG Singapura, Bakal Digunakan Untuk Apa?
Kabar Saham Hari Ini : Bumi Resources (BUMI) Terbitkan Obligasi Rp780 M untuk Akuisisi 2 Perusahaan Tambang dan Beri Pinjaman Wolfram Limited
Kabar Saham Hari Ini : OREX SAI dan SURGE (WIFI) Luncurkan Implementasi Penuh 5G FWA untuk Menyediakan Internet Terjangkau di Seluruh Indonesia
Kabar Saham Hari Ini : Mulia Boga Raya (KEJU) Umumkan Rencana Tender Offer Pengendali Saham Baru Dengan Harga Rp614 per Lembar
Kabar Saham Hari Ini : Sekar Bumi (SKBM) dan Bumi Pangan Utama Terima Pinjaman Gede dari Bank Maybank Indonesia, Bakal Digunakan Untuk Apa ?
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap, 3 Risiko Utama yang Dihadapi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dalam Operasional Bisnis Sepanjang Tahun 2025 ! Apa Saja ?
Kabar Saham Hari Ini : Prodia Widyahusada (PRDA) Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Apa itu ?
Kabar Saham Hari Ini : Rukun Raharja (RAJA) Dirikan Anak Perusahaan Baru ! Intip Bidang Aktivitas PT Banawa Rezeki Optima
Kabar Saham Hari Ini : Anak Usaha BUMA Internasional Grup (DOID), BUMA Rampungkan Pelunasan Penuh Lebih Awal Senior Notes 7,75% yang Jatuh Tempo 2026