Saat paparan publik tahunan yang dilaksanakan Perseroan pada tanggal 22 Mei 2025, Perseroan telah mengungkapkan bahwa mengembangkan bisnis di ekonomi hijau yang ramah lingkungan.
Khusus mengenai TOSS sebagai bentuk transparansi setelah menjajaki pasar, membentuk organisasi operasional dan melakukan proyek percontohan kecil, maka Perseroan akan segera melakukan keterbukaan informasi kepada publik pada pekan ini.
Potensi Besar
Manajemen GLOB menilai potensi pasar pengelolaan sampah organik di Indonesia masih sangat besar.
Hal itu didorong oleh meningkatnya volume sampah dan kebutuhan akan solusi pengolahan yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik (mengkonversi sampah menjadi energi, pupuk, dan pakan hewan) turut memperkuat prospek pertumbuhan industri ini.
"Dari sisi kompetisi, Perseroan menilai bahwa pasar masih bersifat terfragmentasi dengan pelaku yang berskala besar sekali atau yang sangat kecil, sehingga memberikan ruang bagi Perseroan untuk masuk dan berkembang secara bertahap," ujar Sugiono Wiyono Sugialam.
Supaya dapat bersaing dengan pelaku yang telah lebih dahulu beroperasi, Perseroan menyiapkan strategi yang berfokus pada pengolahan sampah organik dengan teknologi BSF, penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kontinuitas pasokan, serta penerapan standar operasional yang konsisten.
"Untuk proyek percontohan (TOSS#01), Perseroan menargetkan di kuartal II tahun 2026 sudah dapat dikomersialisasikan secara penuh untuk hasil pengolahan sampah organik dan sudah dapat memberikan kontribusi keuntungan. Untuk pendanaan TOSS#01 bersumber dari internal dan secara bertahap disesuaikan dengan kenaikan skala produksi," timpalnya.
Lokasi Pilot Project TOSS di Kranggan Bekasi
Sebagai informasi, lokasi Pilot Project TOSS tersebut berada di Kranggan, Bekasi.
Lokasi tersebut adalah tempat pengolahan sampah yang mempunyai izin resmi dari Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk mengolah berbagai jenis sampah (organik dan anorganik).
Perseroan bekerja sama dengan pemilik lokasi untuk mengelola sampah organik menggunakan teknologi BSF dan solusi bio-tech lainnya untuk menghasilkan bahan pupuk organik dan pakan hewan.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : OREX SAI dan SURGE (WIFI) Luncurkan Implementasi Penuh 5G FWA untuk Menyediakan Internet Terjangkau di Seluruh Indonesia
Kabar Saham Hari Ini : Mulia Boga Raya (KEJU) Umumkan Rencana Tender Offer Pengendali Saham Baru Dengan Harga Rp614 per Lembar
Kabar Saham Hari Ini : Sekar Bumi (SKBM) dan Bumi Pangan Utama Terima Pinjaman Gede dari Bank Maybank Indonesia, Bakal Digunakan Untuk Apa ?
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap, 3 Risiko Utama yang Dihadapi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dalam Operasional Bisnis Sepanjang Tahun 2025 ! Apa Saja ?
Kabar Saham Hari Ini : Prodia Widyahusada (PRDA) Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Apa itu ?
Kabar Saham Hari Ini : Rukun Raharja (RAJA) Dirikan Anak Perusahaan Baru ! Intip Bidang Aktivitas PT Banawa Rezeki Optima
Kabar Saham Hari Ini : Anak Usaha BUMA Internasional Grup (DOID), BUMA Rampungkan Pelunasan Penuh Lebih Awal Senior Notes 7,75% yang Jatuh Tempo 2026
Kabar Saham Hari Ini : Garuda Indonesia (GIAA) Buka Suara Soal Perubahan Total Dana PMTHMETD Menjadi Rp23,67 T ! Ada Perubahan Rencana Penggunaan Dana
Kabar Saham Hari Ini : Cek Jadwal Pembayaran Dividen MCOL 2025, Prima Andalan Mandiri Siapkan Rp284,4 Miliar! Berapa Dividen Interim MCOL per Saham ?
Kabar Saham Hari Ini : Mulai 19 November 2025, Darma Henwa Rencana Buyback Saham DEWA Sebesar Rp1,6 Triliun ! Cek Jadwal Tanggal Batas Terakhir