KALIMANTANSATU.COM - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menjadi penjamin PT Mega Buana Resources (MBR) untuk fasilitas kredit sebesar Rp245.000.000.000 (Rp245 Miliar) dari PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
Penandatanganan perjanjian bertenor 3 bulan sejak akad itu terjadi pada 30 Desember 2025 dengan suku bunga spread 0,5%/tahun dari yang dijaminkan.
MBR merupakan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki oleh DKFT sebesar 99,96%.
Baca Juga: Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
Adapun obyek yang dijaminkan berupa aset DKFT yakni Deposito Berjangka Perseroan pada Bank sesuai nilai fasiitas kredit.
Otomatis, deposito harus diblokir selama fasilitas kredit berjalan dan tidak dapat dicairkan sebelum pelunasan.
"MBR berencana untuk mulai beroperasi di tahun 2026 dan untuk maksud tersebut membutuhkan modal kerja serta mengajukan permohonan agar dapat memperoleh failitas kredit kepada Bank," ungkap Direktur DKFT Feni Silviani Budiman dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Selasa (6/1/2026).
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan, transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Direksi Perseroan juga menyatakan bahwa perolehan fasilitas kredit dalam Transaksi, bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
"Namun demikian, pemberian jaminan untuk kepentingan pihak MBR dari Perseroan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020, dan Transaksi merupakan Transaksi Material yang tidak memerlukan penilai dan persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 POJK 17/2020," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Pendapatan Bersih GLOB Turun Drastis dari Rp149,39 M ke Rp39,6 M ! Bos Globe Kita Terang Beberkan Penyebabnya dan Strategi Tahun 2026
FOLK Masih Rugi ! Beban Umum dan Administrasi Tak Sebanding Penjualan, Bos Multi Garam Utama Ungkap Strategi Agar Bukukan Laba Bersih
Optimisme WMPP Kala Proyeksi Konsumsi Daging Nasional Meningkat, Bos Widodo Makmur Perkasa Bocorkan Target Kinerja 2026
4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Ada Happy Hapsoro, Bakrie dan Haji Isam ! Mengintip Signifikannya Kenaikan Saham Terafiliasi 3 Konglomerasi Baru di IDX Tahun 2025
Dicecar BEI ! Bos Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Bongkar Alasan Tingginya Nilai Jaminan untuk PT Jaring Logistik Indonesia
BCA Finance Limited Dilikuidasi di Hong Kong, Manajemen BBCA Jelaskan Penyebabnya
Capaian Strategis Pengembangan SDM, IFG Corporate University Dapat Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Berapa Nilai Tukar Petani Nasional 2025 Secara Kumulatif ? Dianggap Menguatkan Posisi Tawar Petani dan Sektor Pertanian, BPS Beberkan Datanya
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024