Menakar Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) vs Lump Sum di Pasar Saham yang Volatil, Mana yang Lebih Menguntungkan ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 31 Juli 2026 | 22:55 WIB
Ilustrasi investasi. Menakar Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) vs Lump Sum di Pasar Saham yang Volatil, Mana yang Lebih Menguntungkan ? (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay spasibokras)
Ilustrasi investasi. Menakar Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) vs Lump Sum di Pasar Saham yang Volatil, Mana yang Lebih Menguntungkan ? (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay spasibokras)

Perlu dipahami bahwa tidak ada strategi yang mutlak lebih baik dalam segala kondisi. Kebanyakan investor profesional yang menerima dana tunai dalam jumlah besar sering kali menggunakan Strategi Hibrida, yakni membagi uang tunai tersebut menjadi 4 hingga 6 bagian, lalu masuk secara berkala selama 6–12 bulan ke depan.

Dengan cara ini, Anda tidak kehilangan kesempatan jika pasar mendadak naik, namun tetap memiliki amunisi cadangan untuk melakukan average down jika pasar tiba-tiba terkoreksi dalam.

(Prabu Warah)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X