Meski AS memangkas tarif impor mobil dari 25 persen menjadi 15 persen, langkah itu belum cukup mengangkat harga saham Nissan di pasar.
Di sisi lain, sejak awal 2025, saham Nissan sudah turun lebih dari 29 persen. Kondisi ini membuat investor semakin berhati-hati, apalagi setelah Mercedes-Benz resmi melepas kepemilikannya.
(*)