Meski AS memangkas tarif impor mobil dari 25 persen menjadi 15 persen, langkah itu belum cukup mengangkat harga saham Nissan di pasar.
Di sisi lain, sejak awal 2025, saham Nissan sudah turun lebih dari 29 persen. Kondisi ini membuat investor semakin berhati-hati, apalagi setelah Mercedes-Benz resmi melepas kepemilikannya.
(*)
Artikel Terkait
Pilih Berjangka atau Seumur Hidup ? Inilah Perbandingan Durasi Asuransi Jiwa dan Cara Menentukan Polis Sesuai Kebutuhan
Lunasi Sukuk Ijarah, Intiland Rogoh Kas Rp250 Miliar ! Target Rp3,5 Triliun di Akhir 2025
Demo di Bundaran Gladak, Peternak Ayam Solo Desak Mentan Amran Sulaiman Mundur Jika Gagal Mengatasi Krisis Jagung
Atasi Kulit Mati dengan Eksfoliasi, Ini Tips dan Rekomendasi Exfoliating Toner Kulit Kering
Masih Menjadi PR Tahunan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Ungkap Perintah Percepatan Penyelesaian Sampah
Masih Kurang ! Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Tambah Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Upah Guru Honorer
Kerugian Ekonomi Akibat Wabah PMK Tembus Rp9 T, Pemerintah Perketat Vaksinasi Ternak Tahun 2025
Lagi-lagi Klarifikasi ! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Luruskan Isu Tunjangan Rumah Rp50 Juta per Bulan untuk Anggota Dewan
Ada Dugaan Food Tray MBG Impor dari China Mengandung Babi, Organisasi Pelajar Desak Pemerintah Pakai Produk Lokal
Ikut Jejak Bank Indonesia ! Mulai 28 Agustus 2025, LPS Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen