KALIMANTANSATU.COM - Terkadang, pasar saham mengalami kondisi begejolak. Tidak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun bursa saham lainnya di dunia.
Pasar saham memang naik-turun dan itu normal.
Namun, di tengah kondisi pasar yang bergejolak tersebut, kunci utama bagi investor adalah tetap tenang dan tidak mengambil keputusan emosional.
Ingat, tujuan investasi di pasar modal adalah jangka panjang.
Gejolak harian bukan alasan untuk mengubah tujuan investasi jangka panjang.
Apalagi jika memang tujuan investasinya adalah untuk dana pensiun 10-20 tahun lagi, maka penurunan saat ini tidak akan berdampak signifikan dalam jangka panjang.
Jangan pernah mengambil keputusan spontan yang didasari oleh kepanikan di tengah gejolak harga saham.
Panik adalah musuh terbesar investor. Sebaliknya, pertimbangkan untuk menahan, mengevaluasi, atau bahkan menambah investasi.
Memahami behavioral finance, yaitu studi tentang bagaimana psikologi memengaruhi keputusan keuangan, menjadi krusial dan dapat membantu investor mengembangkan strategi investasi yang lebih baik.
Logika vs Emosi di Dunia Investasi
Mengapa emosi bisa mengalahkan logika dalam investasi?
Sebagai manusia, keputusan kita sering dipengaruhi oleh emosi.
Dalam konteks investasi, beberapa bias psikologis yang umum terjadi meliputi :
Pertama, Fear of Missing Out (FOMO). Ketika melihat IHSG naik, investor mungkin merasa takut ketinggalan dan tergesa-gesa membeli saham tanpa analisis mendalam.