Cara Tetap Tenang Ketika IHSG Bergejolak ! Logika vs Emosi, Ketahui 4 Bias Psikologis di Dunia Investasi Saham yang Umum Terjadi

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 2 September 2025 | 13:53 WIB
Ilustrasi investor saham. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay TheInvestorPost)
Ilustrasi investor saham. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay TheInvestorPost)

KALIMANTANSATU.COM - Terkadang, pasar saham mengalami kondisi begejolak. Tidak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun bursa saham lainnya di dunia.

Pasar saham memang naik-turun dan itu normal.

Namun, di tengah kondisi pasar yang bergejolak tersebut, kunci utama bagi investor adalah tetap tenang dan tidak mengambil keputusan emosional.

Ingat, tujuan investasi di pasar modal adalah jangka panjang.

Gejolak harian bukan alasan untuk mengubah tujuan investasi jangka panjang.

Apalagi jika memang tujuan investasinya adalah untuk dana pensiun 10-20 tahun lagi, maka penurunan saat ini tidak akan berdampak signifikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jangan Panik Ketika Harga Saham Turun Sob ! Fluktuasi itu Biasa, Ketahui 5 Pilar Ketenangan dalam Investasi Saham bagi Pemula

Jangan pernah mengambil keputusan spontan yang didasari oleh kepanikan di tengah gejolak harga saham.

Panik adalah musuh terbesar investor. Sebaliknya, pertimbangkan untuk menahan, mengevaluasi, atau bahkan menambah investasi.

Memahami behavioral finance, yaitu studi tentang bagaimana psikologi memengaruhi keputusan keuangan, menjadi krusial dan dapat membantu investor mengembangkan strategi investasi yang lebih baik.

Logika vs Emosi di Dunia Investasi

Mengapa emosi bisa mengalahkan logika dalam investasi?

Sebagai manusia, keputusan kita sering dipengaruhi oleh emosi.

Dalam konteks investasi, beberapa bias psikologis yang umum terjadi meliputi :

Pertama, Fear of Missing Out (FOMO). Ketika melihat IHSG naik, investor mungkin merasa takut ketinggalan dan tergesa-gesa membeli saham tanpa analisis mendalam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI)

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X