KALIMANTANSATU.COM - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) atau populer disebut Harita Bauxite mengumumkan bahwa entitas usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) telah menerbitkan saham baru senilai Rp1,9 Triliun.
"Pada tanggal 29 Agustus 2025, KAI telah menerbitkan sebanyak 1.896.312 (satu juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu tiga ratus dua belas) saham baru dengan total nominal sebesar Rp1.896.312.000.000,- (satu triliun delapan ratus sembilan puluh enam milyar tiga ratus dua belas juta Rupiah)," ungkap Direktur CITA, Yusak Lumba Pardede dalam keterangannya lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com pada Rabu, 3 September 2025.
Total nilai penambahan modal yang dilakukan oleh Perseroan kepada KAI tersebut adalah sebesar US$14.557.461,- (empat belas juta lima ratus lima puluh tujuh ribu empat ratus enam puluh satu Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp237.039.000.000,- (dua ratus tiga puluh tujuh milyar tiga puluh sembilan juta Rupiah).
Tujuan transaksi tersebut sebagai salah satu langkah Perseroan dalam rangka mendukung hilirisasi mineral logam.
"Transaksi tersebut adalah untuk mendukung pengembangan proyek smelter aluminium milik KAI yang berlokasi di kawasan industri Kalimantan Industrial Park Indonesia, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Indonesia," terang Yusak Lumba Pardede
"Melalui smelter aluminium KAI, Perseroan berkontribusi terhadap program hilirisasi dengan menciptakan nilai tambah terhadap alumina serta menutupi kesenjangan antara suplai dan permintaan aluminium," pungkasnya.
Dalam aksi korporasi ini, porsi kepemilikan CITA di PT Kalimantan Aluminium Industry tidak berubah di level 12,5%.
Selain CITA, pemegang saham existing PT Kalimantan Aluminium Industry terdiri dari anak usaha Alamtri Minerals Indonesia (ADMR), PT Alamtri Indo Aluminium, dengan kepemilikan 65% dan Aumay Mining Pte. Ltd dengan kepemilikan 22,5%.
Baca Juga: Kalbe Farma Rencana Beli Saham Kembali Rp250 Miliar, Cek Bocoran Periode Jadwal Buyback KLBF
CITA menyebut bahwa PT Alamtri Indo Aluminium dan Aumay Mining Pte. Ltd. turut mengambil bagian saham baru sesuai dengan porsi kepemilikannya masing–masing.
(*)