Apakah kita ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, membeli rumah, atau menyiapkan dana pensiun?
Tujuan ini menentukan durasi dan jenis instrumen investasi yang cocok.
Untuk kebutuhan jangka pendek, lebih baik memilih instrumen rendah risiko.
Sebaliknya, untuk tujuan jangka panjang, kita bisa mempertimbangkan instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, meskipun berisiko, seperti saham.
Setelah memahami diri dan tujuan, langkah berikutnya adalah membuka rekening efek.
Ini bisa dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang telah terdaftar resmi di OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Prosesnya kini sangat mudah dan sebagian besar bisa dilakukan secara daring hanya dengan KTP, NPWP, dan data rekening bank.
Dalam proses ini, kita akan memiliki dua jenis rekening: Rekening Efek untuk menyimpan instrumen investasi, dan Rekening Dana Investor (RDI) untuk menyimpan dana tunai sebelum dibelikan saham atau produk investasi lainnya.
Untuk pemula, tidak perlu langsung membeli saham yang harganya fluktuatif.
Kita bisa mulai dengan produk yang lebih sederhana seperti reksa dana.
Produk ini dikelola oleh manajer investasi profesional yang mengatur portofolio kita sesuai dengan jenis reksa dana yang dipilih, apakah itu pasar uang, pendapatan tetap, campuran, atau saham.
Reksa dana sangat cocok untuk investor yang belum memiliki waktu atau kemampuan menganalisis pasar.
Alternatif lain yang relatif aman dan bisa diakses publik adalah obligasi ritel pemerintah, seperti ORI atau Sukuk.
Produk ini memberikan bunga tetap dan dijamin negara, sehingga cocok untuk investasi jangka menengah.