Selain itu, pendapatan dari segmen energi terbarukan tercatat sebesar Rp 148,9 miliar, turun 8,3% YoY akibat penurunan sementara volume penjualan dan harga jual seiring fluktuasi permintaan biomassa di pasar Jepang.
Pada kuartal ketiga, kata Andrianto, produk wood pellet yang mulai beroperasi komersial sejak awal tahun telah menjual 13,7 ribu ton dengan harga rata-rata US$120 per ton, memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan segmen energi terbarukan.
Per 30 September 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp 17,2 triliun, turun 1% dibandingkan tahun lalu karena penggunaan kas untuk pembayaran dividen dan serta pelunasan obligasi yang jatuh tempo pada Juli 2025.
"Total liabilitas menurun 17% YoY, sejalan dengan strategi deleveraging melalui pelunasan pinjaman lebih awal. Sementara itu, total ekuitas meningkat 11% YoY menjadi Rp 10,9 triliun, mencerminkan kinerja laba yang kuat dan kebijakan pengelolaan modal yang berhati-hati," terangnya.
Atas konsistensi kinerja finansial dan operasionalnya, DSNG kembali tercatat dalam daftar Forbes Asia’s 200 Under a Billion 2025, yang menyoroti 200 perusahaan publik di Asia Pasifik dengan pendapatan di bawah USD 1 miliar dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Pengakuan ini menjadi dorongan bagi Perseroan untuk terus memperkuat praktik tata kelola, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan di seluruh kegiatan usaha," pungkasnya.
(*)