KALIMANTANSATU.COM - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp780 Miliar dengan bunga 9% per tahun dan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi.
Penawaran umum berlangsung pada 2-5 Desember 2025.
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai bukti utang kepada Pemegang Obligasi.
Nantinya, pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.
Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi.
Jadwal pembayaran Bunga Obligasi pertama pada tanggal 10 Maret 2026, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 10 Desember 2030.
"Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Kerja sesudahnya tanpa dikenakan Denda," bunyi dokumen informasi tambahan BUMI dikutip Kalimantansatu.com pada Sabtu (15/11/2025).
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu Satuan Perdagangan sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.
Obligasi BUMI Rp780 M Untuk Apa ?
Masih dikutip dari dokumen tersebut, seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan BUMI untuk tujuan sebagai berikut: