KALIMANTANSATU.COM - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) bakal merger dengan PT Eka Mas Republik (EMR), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menyediakan layanan internet berbasis fiber optic merek MyRepublic.
Rencana penggabungan usaha tersebut telah disampaikan lewat Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Desember 2025.
Kini, manajemen MORA membeberkan terkait sinergi yang diharapkan dari merger MORA dan MyRepublic.
"Dengan menggabungkan cakupan jaringan dan kapasitas infrastruktur yang saling melengkapi, MORA dan EMR dapat menghadirkan layanan yang lebih stabil, lebih cepat, dengan cakupan lebih luas kepada pelanggan, sekaligus mempercepat ekspansi jaringan secara efisien," ungkap Direktur Utama MORA Jimmy Kadir di Jakarta melalui Penjelasan BEI, Rabu (21/1/2026).
Lanjut dia, penggabungan ini akan mampu menghasilkan sinergi finansial melalui optimalisasi biaya operasional serta penghindaran duplikasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur, utilisasi aset jaringan backbone hingga last mile.
"Selain itu, peluang peningkatan pendapatan akan muncul dari bundling layanan, cross-selling, dan penguatan proposisi nilai bagi pelanggan, yang secara keseluruhan meningkatkan profitabilitas," jelasnya.
Ia menegaskan, penggabungan ini akan menandai langkah penting dalam memajukan agenda digital Indonesia dalam pemerataan infrastruktur digital di seluruh negeri.
Menurut dia, penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan akan menjadi kunci dalam mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Penggabungan MORA dan MyRepublic ini juga akan membentuk entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi dalam industri telekomunikasi Indonesia.
"Melalui kombinasi keunggulan strategis, operasional, teknis, dan finansial, Perusahaan Yang Menerima Penggabungan akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan dan pemegang saham," pungkasnya.
(*)