investasi

Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Grup ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:23 WIB
Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Group ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

Volume bulanan pengupasan lapisan tanah penutup gabungan Indonesia dan Australia meningkat dari 26,4 juta bank cubic meter (MBCM) pada Februari menjadi 30,4 MBCM pada Maret dan 34,3 MBCM pada April.

Sementara itu, produksi batu bara mencapai 5,9 juta ton (MT) pada April, masing-masing sekitar 16% dan 22% di atas rata-rata bulanan 1Q26.

Baca Juga: Gak Transaksi Loh ! Nasabah BCA Tasikmalaya Hilang Dana Rp160 Juta, Pihak Bank Central Asia Justru Soroti Dugaan Akses Mobile Banking dari Pihak Luar

Hasil 1Q26 Mencerminkan Portofolio yang Lebih Terfokus dan Perbaikan Struktur Biaya

Volume overburden removal turun 12% YoY menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi batu bara turun 20% YoY menjadi 15 juta ton (MT).

Penurunan volume terutama mencerminkan berakhirnya kontrak di site Binungan di Indonesia dan site Burton di Australia, serta ramp-down di dua site Indonesia pada 2025. Site yang beroperasi normal tetap stabil.

Pendapatan tercatat sebesar US$318 juta, turun 10% YoY, sejalan dengan portofolio aktif yang lebih kecil.

Average Selling Price (ASP) bisnis kontraktor pertambangan naik 3% YoY, didukung oleh porsi kontrak riseand-fall yang lebih tinggi serta kenaikan tarif berjenjang yang terkait dengan harga batu bara.

EBITDA meningkat 98% YoY menjadi US$28 juta dari US$14 juta pada 1Q25, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 11% dari 5% pada 1Q25.

Grup mencatat rugi bersih sebesar US$24 juta, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$70 juta pada 1Q25.

Perbaikan sebesar 66% YoY ini mencerminkan pemulihan EBITDA serta tiga faktor non-operasional yang mendukung, yaitu keuntungan sebesar US$12 juta dari optimisasi portofolio ACG yang masih berjalan melalui penjualan aset lahan, penurunan kerugian investasi dari 29Metals sebesar US$12 juta, serta tidak berulangnya pencadangan piutang di Australia sebesar US$4 juta yang dicatat pada 1Q25.

Belanja modal tercatat sebesar US$20 juta, yang dialokasikan untuk menjaga keandalan armada dan keberlanjutan operasional.

Arus kas bebas (free cash flow) berbalik positif menjadi US$2 juta, dibandingkan dengan negatif US$19 juta pada 1Q25.

Perbaikan ini terutama didorong oleh penerimaan sebesar US$17 juta dari penjualan lahan dalam kerangka optimisasi portofolio ACG, serta didukung oleh pemulihan EBITDA dan belanja modal yang jauh lebih rendah.

Baca Juga: Fokus Benahi Transparansi Transaksi ! PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) Dibentuk Untuk Cegah Kecurangan Ekspor atau Under Invoicing

Halaman:

Tags

Terkini