investasi

Bumi Serpong Damai Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I 2026, Manajemen BSDE Beberkan Angkanya

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:48 WIB
Bumi Serpong Damai Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I 2026, Manajemen BSDE Beberkan Angkanya (Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, TANGERANG - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp2,37 triliun pada Kuartal I 2026. 

Kinerja anggota kelompok usaha Sinar Mas Land tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial, serta pendapatan berulang (recurring revenue) yang menunjukkan tren positif.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, BSDE juga mencatat Laba Kotor sebesar Rp1,58 triliun dengan marjin laba kotor meningkat menjadi 67%, dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BSDE juga berhasil meningkatkan marjin laba usaha menjadi 24% dari tahun sebelumnya 22%, mencerminkan keberhasilan dalam menjaga efisiensi operasional melalui pengendalian biaya umum dan administrasi.

Baca Juga: Di Balik Vonis 10 Tahun Bui, Ada Dissenting Opinion Hakim yang Nilai Nadiem Makarim Harus Bebas Tanpa Syarat, Apa Itu?

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan, kinerja awal tahun menunjukkan fundamental bisnis yang tetap solid dengan komposisi pendapatan yang semakin seimbang.

"Kuartal I 2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan. Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE”, ujar Hermawan dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Kontribusi terbesar Pendapatan Usaha masih berasal dari pendapatan penjualan (development revenue) yang mencapai sekitar 80% dari total Pendapatan Usaha, sementara 20% lainnya berasal dari pendapatan berulang (recurring revenue) yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial meningkat 14% secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp650 miliar.

Pencapaian ini berasal dari pengakuan penjualan ruko seperti West Village, Delrey Business Townhouse dan Cascade Studio Loft di BSD City. 

Baca Juga: Ekspor Manufaktur Indonesia Masih Menunjukkan Perkembangan Positif di Tengah Tantangan Global, Namun Kemenperin Ingatkan Sejumlah Tantangan

Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring revenue) tumbuh 20% (yoy) menjadi Rp481 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp402 miliar.

Ini didukung oleh peningkatan pendapatan sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi serta jalan tol.

Pendapatan sewa sendiri meningkat 22% menjadi Rp283 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp233 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini