Lokasi Samarinda pada kala itu menjadi pusat bandar Kerajaan Kutai.
Dimana Samarinda merupakan tempat titik kumpul para pedagang dari arah Hulu Mahakam dan Hilir Mahakam.
Sehingga melihat letaknya yang cukup strategis dari sisi ekonomi, Kampung Pecinan pun menjadi pusat perputaran ekonomi.
Di kawasan ini juga banyak terdapat pertokoan dan perkantoran, selain itu juga terdapat warung-warung kopi yang didirikan oleh warga cina yang biasa disebut “helan”.
Pada umumnya pertokoan ini dibuat dari kayu dengan lebar berkisar antara empat sampai dengan enam meter dan pada bagian belakang dipergunakan sebagai tempat tinggal.
Pada saat itu sistem rumah susun/bertingkat belum ada, setelah tahun 1960 sistem rumah susun/bertingkat mulai bermunculan dan dimulailah pembangunan pertokoan bertingkat dua.
Peninggalan bangunan bersejarah yang ditinggalkan oleh warga Tionghoa masih dapat kita jumpai hingga saat ini, diantaranya bangunan rumah ibadah (Klenteng Thien Ie Kong), bangunan rumah tinggal, bangunan took/kedai yang memiliki gaya arsitektur khas China.
Meskipun kondisi saat ini sudah bercampur dengan bangunan usaha dan pertokoan, namun beberapa bangunan kuno masih terlihat menarik sesuai arsitektur bangunan aslinya.
Baca Berita Kaltim Lainnya di Google News : Klik LINK Berikut Ini
Semoga bermanfaat ya, Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu.
(Prabu Warah)
Artikel Terkait
Sejarah Kalimantan Timur Lengkap. Berdasarkan Hikayat Banjar, Sultan Makassar Pernah Pinjam Tanah untuk Dagang
Mengenal Apa itu Tari Hudoq Mahakam Ulu Kalimantan Timur ! Bagaimana Cara Menuju Mahakam Ulu Kaltim ?
Pesona Karts Sangkulirang Mangkalihat Kutai Timur Kalimantan Timur. Cara Menuju Karts Sangkulirang Mangkalihat
Lokasi Wisata Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan Kalimantan Timur Sangat Indah dan Punya Ciri Khas
Sejarah Samarinda dari Masa Kerajaan Sampai VOC ! Ternyata, Ibu Kota Kalimantan Timur Ini Berkembang dari 3 Kampung Pemukiman Suku Kutai Puak Melanti