Mengenal Rumah Penjara Kolonial Sanga-Sanga di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Eksis di Zaman Hindia Belanda Hingga Pendudukan Jepang

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 26 Juni 2024 | 22:35 WIB
Rumah penjara kolonial Sanga-sanga (Kalimantansatu.com/Google Maps)
Rumah penjara kolonial Sanga-sanga (Kalimantansatu.com/Google Maps)

KALIMANTANSATU.COM, KALIMANTAN TIMURAda salah satu bangunan cagar budaya bersejarah di Desa Sangasanga, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Bangunan itu adalah penjara kolonial Sanga-sanga.

Pada masa lalu, rumah penjara ini dipaksa untuk menampung puluhan orang dalam satu ruangan.

Bahkan ada informasi menyebutkan bahwa, bangunan rumah penjara ini dulunya terdapat kawat besi pada bagian dinding.

Kawat besi itu dialiri listrik untuk mencegah para tahanan melarikan diri.

Pada halaman depan, ada sebuah sumur kuno yang diperkirakan sezaman dengan keberadaan Rumah Penjara Sanga-sanga.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Kompleks Makam Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Kalimantan Timur ! Sultan Aji Imbut Adalah Sultan Pertama yang Dimakamkan

Bekas Rumah Penjara Sangasanga ini merupakan sebuah bangunan panggung yang memiliki 6 ruangan penjara yang sempit.

Bangunan Rumah Penjara ini menggunakan bahan kayu ulin dengan kualitas terbaik, sehingga dapat bertahan sampai saat ini.

Masing-masing ruangan memiliki ukuran 1,2 x 1,5 m dengan sebuah pintu serta dua buah ventilasi udara yang berteralis besi pada bagian atas pintu dan sisi belakang belakang.

Konon, rumah Penjara ini digunakan pada masa pemerintahan kolonial Hinda-Belanda di Sangasanga, hingga pada masa pendudukan Jepang dan masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sangasanga pada tahun 1947.

Baca Juga: Sejarah Samarinda dari Masa Kerajaan Sampai VOC ! Ternyata, Ibu Kota Kalimantan Timur Ini Berkembang dari 3 Kampung Pemukiman Suku Kutai Puak Melanti

Dikutip dari BPCB Kaltim, bangunan rumah penjara ini terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, antara lain bagian kaki, tengah (badan) dan atas (atap).

Bagian kaki terdiri dari tiang pondasi, balok sokong suai, sloof,dan tangga.

Bagian tengah terdiri dari gelagar, lantai ruangan, dinding, pintu, tiang pnyangga ringbalk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: BPCB Kaltim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X