kalbar-borneo

Mengenal Batur dan Balontang di Wilayah Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Menyatu Dalam Kehidupan Masyarakat Dayak Maanyan, Deah Maupun Lawangan

Senin, 24 Juni 2024 | 19:36 WIB
Sketsa Patung Balontang (Kalimantansatu.com/Dok. Balai Arkeologi Kalimantan Selatan)

KALIMANTANSATU.COM, KALSEL - Di wilayah Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, bangunan kubur masyarakat Dayak disebut Batur.

Penyebutan itu dilakukan oleh masyarakat Dayak Maanyan, Deah maupun Lawangan.

Sebuah batur didirikan pada waktu pelaksanaan membatur.

Batur adalah bangunan diatas tanah kubur berbentuk empat persegi panjang dengan tiang-tiang yang ditinggikan pada keempat sudutnya.

Lazimnya, Batur terbuat dari kayu ulin.

Penyambungan antarbidang kayu tersebut tidak menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak-pasak kayu.

Baca Juga: Sudah Tahu Sejarah Benteng Madang Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan ? Bangunan Ini Saksi Perlawanan Rakyat Banjar Menghadapi Penjajah Belanda

Biasanya, sudut pada tiang diukir dengan motif garis-garis lengkung, garis runcing dan bagian atas lonjong seperti bentuk buah nanas.

Sehingga, sepintas mirip nisan pada makam Islam.

Salah satu Batur ditemukan di Komplek Penguburan Guru Hyang Desa Warukin.

Lokasi kubur penganut Kaharingan ini terletak di luar pemukiman kampung yang berjarak sekitar 400 meter dari pemukiman penduduk.

Adapun jumlah kubur yang ada cukup banyak.

Namun, lokasinya berada di tengah hutan yang cukup lebat.

Baca Juga: Mengenal Kubah Surgi Mufti Banjarmasin Kalimantan Selatan ! Makam Syekh Jamaluddin Al Banjari Bisa Menjadi Lokasi Wisata Religi di Banjarmasin

Salah satu batur tidak terdapat inskripsi petunjuk waktu pelaksanaan penguburan dan pembaturan, demikian juga mengenai tokoh yang dibatur.

Halaman:

Tags

Terkini