Secara fisik, Balontang terdiri atas tiga bagian yaitu bagian paling atas berupa patung manusia, tajau atau guci di bagian tengah dan bagian dasar yang berbeda di bawah tajau.
Konsep yang mendasari keberadaan patung balontang pada dasarnya sama untuk setiap kelompok suku Maanyan, dan Deah.
Pada dasarnya patung balontang didirikan lantaran alasan fungsi praktis sebagai pengikat kerbau, yang disembelih pada waktu pelaksanaan upacara kematian membatur, atau upacara hajatan dan selamatan bagi yang hidup.
Upacara adat berupa selamatan atau hajatan bagi yang masih hidup disebut mambuntang.
Dalam penggambaran atau penampilan untuk setiap jenis balontang tidak ada aturan tertentu yang mengikat.
Sebagian besar adalah ditentukan oleh kemauan dan kreativitas pembuatnya.
Sebagian dari kreativitas pembuat balontang tersebut dihubungkan dengan kebiasaan tokoh yang dibatur.
Sebagai contoh, ada balontang membatur dengan sikap tangan memegang pisau.
Hal ini menggambarkan bahwa arwah yang dibatur dahulu merupakan seorang tukang (pengatur sesaji) pada pelasanaan upacara adat.
(*)
Artikel Terkait
Sejarah Samarinda dari Masa Kerajaan Sampai VOC ! Ternyata, Ibu Kota Kalimantan Timur Ini Berkembang dari 3 Kampung Pemukiman Suku Kutai Puak Melanti
Sungai Karang Mumus Saksi Peradaban Samarinda Kalimantan Timur. Masih Dijumpai, Peninggalan Bangunan Bersejarah yang Ditinggalkan oleh Warga Tionghoa
Tugu Kebangunan Nasional Indonesia Samarinda Kalimantan Timur ! Cagar Budaya Untuk Melengkapi Gedung Nasional Sebagai Tempat Perjuangan Bersejarah
Mengenal Masjid Keramat Banua Halat Kalimantan Selatan ! Salah Satu Masjid Tertua di Kalsel yang Punya Daya Tarik Tiang Kayu Ulin Berposisi Miring
Sejarah Masjid Pusaka Banua Lawas Kalimantan Selatan ! Dibangun Atas Prakarsa Khatib Dayan dan Sultan Abdurrahman, Dibantu Tokoh-tokoh Dayak Islam
Mengenal Sejarah Kompleks Makam Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Kalimantan Timur ! Sultan Aji Imbut Adalah Sultan Pertama yang Dimakamkan
Mengenal Kubah Surgi Mufti Banjarmasin Kalimantan Selatan ! Makam Syekh Jamaluddin Al Banjari Bisa Menjadi Lokasi Wisata Religi di Banjarmasin
Sudah Tahu Sejarah Benteng Madang Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan ? Bangunan Ini Saksi Perlawanan Rakyat Banjar Menghadapi Penjajah Belanda
Mengenal Kawasan Hutan Adat Tembawang Tampun Juah Sekayam, Sanggau, Kalimantan Barat. Diyakini Sebagai Tempat Menghadapi Tulah & Menerima Petuah