Dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpts-II/1997 tanggal 13 maret 1997 dimana Sub Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Way Kambas dinyatakan sebagai Balai Taman Nasional Way Kambas.
Alasan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai kawasan pelestarian alam, adalah untuk melindungi kawasan yang kaya akan berbagai satwa liar.
Diantaranya adalah tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), enam jenis primata, rusa sambar (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus muntjak), harimau Sumatera (Panthera tigris), beruang madu.
Badak Sumatera pada saat itu belum ditemukan, sehingga bukan sebagai salah satu pertimbangan yang dipergunakan sebagai dasar penetapannya.
Namun demikian, setelah ditetapkannya sebagai kawasan suaka margasatwa hampir selama dua puluh tahun, terutama pada periode 1968 – 1974, kawasan ini mengalami kerusakan habitat cukup berat.
Yaitu, ketika kawasan ini dibuka untuk Hak Pengusahaan Hutan, kawasan ini beserta segala isinya termasuk satwa, banyak mengalami kerusakan.
Dari jenis satwa tersebut, sampai dengan saat ini keberadaannya masih terjaga dengan baik, antara lain yang dikenal dengan The Big Five mammals yaitu tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Diserohinus sumatranus) dan beruang madu (Helarctos malayanus).
Topografi Taman Nasional Way Kambas
Pada umumnya kondisi topografi di dalam Kawasan Taman Nasional Way Kambas relatif datar sampai dengan sedikit bergelombang dibagian barat kawasan, dengan ketinggian 0 – 50 m dpl.
Lokasi yang mempunyai ketinggian 50 meter diatas permukaan laut adalah sekitar kecamatan Purbolinggo.
Pada bagian timur kawasan merupakan daerah lembah yang terpotong oleh sungai-sungai yang menyebabkan terbentuknya topografi bergelombang.
Berdasarkan Peta Satuan Lahan dan Tanah Lembar Tanjungkarang (PPT, 1993) terdapat hampir 10 Satuan Peta Tanah.
Tanah-tanah tersebut berkembang dari endapan aluvium dan endapan tufa masam.
Jenis tanah paling luas adalah Podsolik, sedangkan jenis-jenis lainnya dijumpai dalam areal sempit, yaitu pada fisiografi aluvial dan marin.
Artikel Terkait
3 Taman Nasional di Kalimantan Tengah yang Menyimpan Keanekaragaman Flora dan Fauna. Satu Diantaranya Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya atau TNBBBR
7 Keajaiban Fauna di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ! Sahabat, Hewan Unik Ini Bisa Kamu Temui di TNBBBR
7 Keajaiban Sungai di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ! Dari Sungai Ella Hulu Hingga Sungai Hiran
7 Hasil Hutan Bukan Kayu di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya atau TNBBBR Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Dua Diantaranya Madu dan Damar
7 Tanaman Obat di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya TNBBBR Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Ada Akar Kuning, Pasak Bumi dan 5 Tumbuhan Lain
Rekomendasi 25 Lokasi Wisata di Kapuas Hulu Kalimantan Barat ! Tak Hanya Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun loh
Mengenal Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu Kalimantan Barat. TNDS Kawasan Hutan Rawa Tergenang yang Kaya Flora, Fauna dan Potensi Pariwisata
Mengenal Taman Nasional Betung Kerihun Kapuas Hulu Kalimantan Barat ! TNBK Punya Keanekaragaman Ekosistem Sangat Tinggi, Cek Potensi Flora dan Fauna