Mengenal Sejarah Way Kambas ! Satu Diantara Taman Nasional di Provinsi Lampung yang Menjadi Rumah bagi Tapir, Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 10 Januari 2024 | 19:45 WIB
Gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas (Kalimantansatu.com/Dok. Waykambas.org)
Gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas (Kalimantansatu.com/Dok. Waykambas.org)

Dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpts-II/1997 tanggal 13 maret 1997 dimana Sub Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Way Kambas dinyatakan sebagai Balai Taman Nasional Way Kambas.

Alasan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai kawasan pelestarian alam, adalah untuk melindungi kawasan yang kaya akan berbagai satwa liar.

Diantaranya adalah tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), enam jenis primata, rusa sambar (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus muntjak), harimau Sumatera (Panthera tigris), beruang madu.

Badak Sumatera pada saat itu belum ditemukan, sehingga bukan sebagai salah satu pertimbangan yang dipergunakan sebagai dasar penetapannya.

Namun demikian, setelah ditetapkannya sebagai kawasan suaka margasatwa hampir selama dua puluh tahun, terutama pada periode 1968 – 1974, kawasan ini mengalami kerusakan habitat cukup berat.

Yaitu, ketika kawasan ini dibuka untuk Hak Pengusahaan Hutan, kawasan ini beserta segala isinya termasuk satwa, banyak mengalami kerusakan.

Dari jenis satwa tersebut, sampai dengan saat ini keberadaannya masih terjaga dengan baik, antara lain yang dikenal dengan The Big Five mammals yaitu tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Diserohinus sumatranus) dan beruang madu (Helarctos malayanus).

Baca Juga: Rekomendasi 25 Lokasi Wisata di Kapuas Hulu Kalimantan Barat ! Tak Hanya Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun loh

Topografi Taman Nasional Way Kambas

Pada umumnya kondisi topografi di dalam Kawasan Taman Nasional Way Kambas relatif datar sampai dengan sedikit bergelombang dibagian barat kawasan, dengan ketinggian 0 – 50 m dpl.

Lokasi yang mempunyai ketinggian 50 meter diatas permukaan laut adalah sekitar kecamatan Purbolinggo.

Pada bagian timur kawasan merupakan daerah lembah yang terpotong oleh sungai-sungai yang menyebabkan terbentuknya topografi bergelombang.

Berdasarkan Peta Satuan Lahan dan Tanah Lembar Tanjungkarang (PPT, 1993) terdapat hampir 10 Satuan Peta Tanah.

Tanah-tanah tersebut berkembang dari endapan aluvium dan endapan tufa masam.

Jenis tanah paling luas adalah Podsolik, sedangkan jenis-jenis lainnya dijumpai dalam areal sempit, yaitu pada fisiografi aluvial dan marin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: waykambas.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X