Paparkan Mimpi Besar Prabowo Subianto, Budisatrio Djiwandono : Bikin Perut Masyarakat Indonesia Kenyang dan Berkelanjutan

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 21 Januari 2024 | 13:21 WIB
Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono  (Kalimantansatu.com/IST)
Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono (Kalimantansatu.com/IST)

“Bahkan andai impor lancar sekalipun, tetap ada masalah. Produk pangan lokal kita bisa gagal bersaing di pasar, sehingga kesejahteraan petani kita yang menjadi korban.” lanjut Budisatrio.

Presiden Jokowi dan Capres Prabowo Subianto, menurut Budisatrio sudah pula memahami hal itu.

Program Food Estate disiapkan menjadi solusi jangka panjang ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Tegaskan Keberpihakan Prabowo Gibran Terhadap Konservasi Alam di Indonesia, Budisatrio Djiwandono : Di AstaCita 2 Tertulis Hukuman Seberat-beratnya

“Pak Jokowi sudah menggagas Food Estate sebagai cadangan logistik nasional, dan Pak Prabowo bertekad melanjutkannya. Prabowo Gibran bahkan bertekad menyempurnakannya menjadi Program Lumbung Pangan, diikuti industri pertanian yang memanfaatkan teknologi modern dan digital. Ini menjadi prioritas utama.” urai Budisatrio.

Prabowo Gibran, lanjut Budisatrio Djiwandono, juga bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan reformasi agraria untuk mendukung pertanian masyarakat.

“Ada kredit kepemilikan lahan untuk petani, pembelian panen pemerintah dengan profit minimal 30%, akses langsung pupuk subsidi dan benih. Semuanya akan dilakukan karena petani ini ujung tombak kita menghadapi krisis pangan.” jelas Budisatrio.

Baca Juga: TKN Pastikan Program Kartu Kesejahteraan Era Jokowi Dilanjutkan Prabowo Gibran. Budisatrio Djiwandono : Nanti Akan Ditambah

Terkait program Makan Siang dan Susu Gratis, Budisatrio menjelaskan bahwa program utama tersebut juga bertujuan untuk menciptakan kedaulatan pangan.

“Program Makan Siang dan Susu Gratis, karena akan mengandalkan hasil pangan lokal setempat akan mampu menyerap produksi petani. Kemudian anak-anak yang diberi makan akan kenyang, tumbuh lebih maksimal, sehingga menjadi generasi yang lebih unggul.” urainya.

“Dengan petani lebih sejahtera, semoga anak-anak yang lebih pintar ini nantinya mau menjadi petani. Menjadi pahlawan bagi pangan bangsa.” pungkas Budisatrio.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X