Langsung Tancap Gas, Budiman Sudjatmiko Tegaskan Pogram Makan Siang dan Susu Gratis Segera Dijalankan Setelah Prabowo Gibran Dilantik

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 17 Februari 2024 | 10:58 WIB
Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka  (Prod. Kalimantansatu.com via IG @prabowo)
Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prod. Kalimantansatu.com via IG @prabowo)

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko Paparkan Solusi SDM Prabowo Gibran untuk Mencapai Indonesia Emas 2045

"Karena itu program ini memerlukan perencanaan yang matang sejak jauh hari, dan kami sudah mulai bekerja untuk itu," tegas Budiman.

Kendati memerlukan waktu tenaga yang besar untuk mewujudkan program tersebut, Budiman tetap percaya pada sumber pangan yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, ia juga menyebut Prabowo Gibran akan melibatkan pakar dan ahli untuk melancarkan program-program itu.

"Kami meyakini bahwa pemerintahan Prabowo Gibran dengan dibantu oleh para pakar dan ahli manajemen yang handal, mampu membangun sistem dan tata kelola yang baik untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi anak-anak sekolah sebagai generasi masa depan Indonesia," ungkap Budiman.

Baca Juga: Komentari Soal Greenflation, Budiman Sudjatmiko : Gibran Ajak Publik Jadi Visioner dan Berimbang

Selain pakar, Budiman juga memastikan Prabowo Gibran akan merangkul semua komponen masyarakat untuk turut terlibat dalam upaya menjamin masa depan anak-anak bangsa.

Salah satunya dengan melibatkan puluhan ribu desa sebagai basis produksi bahan pangan.

Lebih dari itu, Prabowo Gibran juga akan mengajak BUMDES, UMKM dan koperasi untuk menjadi penggerak utama tata kelola rantai pasok.

Langkah tersebut, tambah Budiman, akan didukung oleh industri pangan nasional dan BUMN yang melengkapi upaya itu dari sisi kapasitas industri pengolahan pangan dan implementasi teknologi.

"Dengan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan industri pangan, kami menghitung bahwa tidak semua kebutuhan anggaran pelaksanaan program ini harus disediakan dari APBN. Ada banyak strategi yang inovatif sehingga tidak membebani APBN sepenuhnya," pungkas Budiman.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X