"Biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," timpalnya.
Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor, pinta Guswanto, agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
"Kepada masyarakat dan Instansi terkait agar waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrometeorologis (dampak cuaca esktrem) seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, angin puting beliung, dan hujan es yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya," pinta Guswanto.
"Waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan juga angin kencang pada sore hari, terutama pada hari dimana terjadi pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," papar Guswanto.
Sementara itu, khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
"Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk mewaspadai potensi genangan/banjir. Selain itu, waspada dengan adanya pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang," pungkas Guswanto.
(Prabu Warah)
Artikel Terkait
Waspada Cuaca Ekstrem Masa Pancaroba Musim Kemarau ke Musim Hujan. Hujan Lebat, Angin Kencang Hingga Hujan Es
Bukan Tornado di Jabar, Tapi Fenomena Puting Beliung ! BMKG : Jangan Gunakan Istilah yang Menimbulkan Kehebohan di Masyarakat
Pada Periode 22-25 Februari 2024, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia. Apakah Kalimantan Barat Termasuk ? Cek Daftarnya