Annisah pertama kali ditempatkan bekerja di Singapura tahun 2018.
Belum setahun di Singapura, Annisah dipindahkan oleh agennya ke Malaysia.
Namun, saat bekerja di Malaysia, Annisah ditempatkan di keluarga yang memiliki banyak anak sehingga selain memomong anak-anak majikannya,
Annisah juga harus bekerja mengurus rumah.
Dengan demikian, waktu kerjanya sangat melelahkan, yaitu hampir 24 jam per hari.
Annisah pun tidak sanggup menanggung beban pekerjaan itu dan mencoba berkali-kali meminta pada agen yang menyalurkannya bekerja untuk dipulangkan ke Indonesia.
Namun, agennya tidak menggubris. Annisah pun tetap berusaha kembali menghubungi agennya untuk meminta paspor dan dokumen penting lainnya yang ditahan, ternyata agen tersebut diketahui sudah gulung tikar.
Baca Juga: Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ucapkan Selamat untuk Prabowo Subianto Unggul di Pilpres 2024
Tidak tahan lagi beban kerja berlebih itu, Annisah pun nekat kabur dari rumah majikannya untuk bekerja di tempat lain secara paruh waktu.
Di saat yang sama, Annisah berusaha untuk mencari dokumen pribadi miliknya agar bisa pulang ke Indonesia.
Adapun Annisah terdesak biaya lantaran harus membayar denda over stay ke Imigrasi Malaysia dengan total RM 3.100.
Usai Nanik mendengar kronologi yang menimpa Annisah, ia pun tak bisa serta merta langsung memboyong Annisah ke Tanah Air.
Nanik kemudian kembali melapor pada Prabowo dan Prabowo menanggung semua urusan termasuk biaya administrasi Annisah dan tiket pulang ke Indonesia.
(*)
Artikel Terkait
Paparan Prabowo Subianto Soal Transisi Pemerintahan dan Ekonomi Jadi Sorotan Media Asing Bloomberg, Financial Times dan Reuters
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ucapkan Selamat untuk Prabowo Subianto Unggul di Pilpres 2024
Prabowo Subianto Terima Ucapan Selamat dari Presiden Perancis Emmanuel Macron via Telepon Seusai Ungguli Pilpres 2024
Prabowo Subianto Unggul Seusai Kalah Berkali-kali di Pilpres, Pengamat: ‘Man of The Moment’ untuk Demokrasi
Raja Yordania Abdullah II Beri Selamat ke Prabowo Subianto via Telepon. Raja Yordania Abdullah II : Negaramu Membutuhkanmu