Penyakit SE ditemukan disebagian besar wilayah Indonesia, dan negara lainnya, kecuali Australia, Oceania, Amerika Utara, Afrika Selatan dan Jepang.
Kebanyakan wabah bersifat musiman, terutama pada musim hujan.
Secara sporadik penyakit juga ditemukan sepanjang tahun.
Selain itu ditambah faktor predisposisi seperti kelelahan, kedinginan, pengangkutan, anemia dan sebagainya.
Ekskreta hewan penderita (saliva, kemih dan feses) dapat mengandung bakteri Pasteurella.
Bakteri yang jatuh di tanah, apabila keadaan sesuai untuk pertumbuhan bakteri (lembab, hangat, teduh) akan tahan kurang dari satu minggu dan dapat menulari hewan-hewan yang digembalakan di tempat tersebut.
Tanah tidak lagi dianggap sebagai reservoir permanen untuk bakteri Pasteurella, ada kemungkinan bahwa insekta dan lintah dapat bertindak sebagai vektor.
Sifat Penyakit Virus Ngorok
Pada SE dikenal tiga bentuk yaitu, bentuk busung, pektoral dan intestinal.
a. Bentuk Busung
Ditemukan busung pada bagian kepala, tenggorokan, leher bagian bawah, gelambir dan kadang-kadang pada kaki muka.
Tidak jarang pula terjadi pada bagian alat kelamin dan anus.
Derajat kematian bentuk ini tinggi sampai mencapai 90% dan berlangsung cepat (hanya 3 hari, kadang-kadang sampai 1 minggu).
Sebelum mati, terutama pada kerbau terjadi gangguan pernapasan ditandai dengan sesak nafas, suara ngorok merintih dan gigi gemeretak.
b. Bentuk Pektoral
Artikel Terkait
5 Penyakit Penyebab Hidung Tersumbat atau Mampet yang Harus Kamu Ketahui. Pasti Sering Banget Kamu Alami Nih
Daftar Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren 2024 Sekarang. Sudah Dibuka, Apa itu Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren ? Ketahui Cara Daftarnya
Apa itu Slogan AKHLAK BUMN ? Viral Arie Febriant Minta Maaf dan Dibebastugaskan dari Jabatan Kilang Pertamina Setelah Melakukan Tindakan Tak Terpuji