Proposal internet satelit SpaceX diumumkan pada Januari 2015.
Meskipun belum diberi nama pada saat itu, CEO Elon Musk mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengajukan dokumen kepada regulator internasional untuk menempatkan sekitar 4.000 satelit di orbit rendah Bumi.
“Kami benar-benar membicarakan sesuatu yang, dalam jangka panjang, seperti membangun kembali internet di luar angkasa,” kata Musk saat berpidato di Seattle saat mengungkap proyek tersebut.
Proposal internet satelit SpaceX diumumkan pada Januari 2015.
Meski belum diberi nama pada saat itu, CEO Elon Musk mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengajukan dokumen kepada regulator internasional untuk menempatkan sekitar 4.000 satelit di Orbit Bumi Rendah.
“Kami benar-benar membicarakan sesuatu yang, dalam jangka panjang, seperti membangun kembali internet di luar angkasa,” kata Musk saat berpidato di Seattle saat mengungkap proyek tersebut.
Perkiraan awal Musk mengenai jumlah satelit segera bertambah, karena ia berharap dapat menguasai sebagian dari perkiraan $1 triliun pasar konektivitas internet di seluruh dunia untuk membantu mencapai visi kolonisasi Marsnya.
Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah memberikan izin kepada SpaceX untuk menerbangkan 12.000 satelit Starlink, dan perusahaan tersebut telah mengajukan dokumen ke regulator internasional untuk menerbangkan hingga 30.000 pesawat ruang angkasa tambahan.
Sebagai gambaran, pada 7 November 2022, hanya 14.450 satelit yang telah diluncurkan sepanjang sejarah, dan 6.800 satelit saat ini aktif menurut Badan Antariksa Eropa (ESA).
SpaceX meluncurkan dua pesawat uji Starlink pertamanya, bernama TinTinA dan TinTinB, pada bulan Februari 2018. Misi tersebut berjalan lancar.
Berdasarkan data awal, perusahaan meminta regulator agar armadanya diizinkan beroperasi di ketinggian lebih rendah dari rencana semula, dan FCC menyetujuinya.
60 satelit Starlink pertama diluncurkan pada 23 Mei 2019, dengan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 . Satelit-satelit tersebut berhasil mencapai ketinggian operasional 340 mil (550 kilometer).
Cakupan Starlink
Untuk melihat ketersediaan internet Starlink saat ini di seluruh dunia, dan apakah tersedia di tempat Anda berada, Starlink memiliki peta interaktif yang merinci lokasi di mana internet Starlink tersedia, area mana yang masuk daftar tunggu, serta area yang "segera hadir".
“Starlink cocok untuk wilayah di mana konektivitas tidak dapat diandalkan atau sama sekali tidak tersedia,” tulis website Starlink.
Artikel Terkait
Berapa Harga Internet Starlink di Indonesia ? Ada Paket Layanan Residensial, Jelajah dan Kapal
Siapkan Duit Segini Gaes, Cek Harga Paket Internet Starlink di Indonesia ! Elon Musk Akan Launching Starlink Bareng Presiden Jokowi di Puskesmas Bali