Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Miqat di Bir Ali ? Ini Pesan Kepala Sektor Bir Ali Daerah Kerja Madinah Aziz Hegemor di Madinah

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 20 Mei 2024 | 12:57 WIB
Masjid Dzilhulaifah atau Bir Ali (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)
Masjid Dzilhulaifah atau Bir Ali (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)

KALIMANTANSATU.COM, ARAB SAUDI - Jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah Al-Munawwarah secara bertahap akan diberangkatkan menuju Makkah Al-Mukarramah.

Pada hari pertama pemberangkatan, ada delapan kloter (kelompok terbang) dengan 3.400 jemaah yang akan meninggalkan Madinah.

Sebelumnya, mereka akan mengambil miqat umrah wajib di Masjid Dzilhulaifah atau Bir Ali.

"Sektor Bir Ali sudah melakukan persiapan pendorongan besok, 20 Mei 2024. Kami sudah turun ke lapangan dan melakukan mitigasi," kata Kepala Sektor Bir Ali, Daerah Kerja Madinah, Aziz Hegemor di Madinah, Minggu 19 Mei 2024.

Baca Juga: Kisah Mbah Harjo Mislan Jamaah Haji Indonesia Tertua 2024 Berusia 110 Tahun. Mantan Veteran Pejuang 1945 yang Pernah Berjuang Perang Melawan Belanda

Aziz menjelaskan ada lima titik lokasi penempatan petugas yang akan melayani jemaah saat miqat di Bir Ali.

Kelima titik itu adalah pintu depan, bagian tengah dan belakang, di samping dan di dalam masjid.

“Di Masjid Bir Ali, jemaah haji hanya melakukan salat sunah umrah dan berniat untuk umrah wajib,” sebutnya.

Aziz meminta ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu untuk mengingatkan jemaahnya agar sudah siap dengan pakaian ihram sejak dari hotel di Madinah.

Jemaah haji laki-laki agar diingatkan untuk tidak menggunakan pakaian berjahit sejak dari hotel.

Baca Juga: Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya

"Sektor Bir Ali mengimbau kepada semua kloter agar jemaah sudah siap pakai baju ihram, laki-laki meninggalkan celana dalam dan sudah berwudu dari hotel, mengingat jemaah haji hanya singgah selama 15 menit di Bir Ali, untuk melakukan salat sunah umrah, lalu berniat untuk umrah wajib,” kata Aziz.

Setibanya di Bir Ali, petugas akan mengarahkan jemaah turun dan masuk masjid dan melakukan salat.

“Kecuali jemaah yang mau ke toilet, nanti ada tim yang mengarahkan,” kata Aziz.

Khusus jemaah lansia dan jemaah yang sakit, tidak akan turun dari bus. Salat sunah dan berniat umrah dilakukan di dalam bus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X