Kisah Jemaah Haji Indonesia Usia 93 Tahun Didampingi Anaknya ke Tanah Suci. Daftar Selisih 6 Tahun, Berangkat Bareng di Tahun 2024

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 17 Mei 2024 | 19:30 WIB
Mbah Sumirah dan anaknya yang bernama Widi, sangat bahagia bisa berangkat bersama ke Tanah Suci. (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)
Mbah Sumirah dan anaknya yang bernama Widi, sangat bahagia bisa berangkat bersama ke Tanah Suci. (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)

KALIMANTANSATU.COM - Mbah Sumirah dan anaknya yang bernama Widi, sangat bahagia bisa berangkat bersama ke Tanah Suci.

Mereka merasa mendapat dua keberkahan sekaligus.

Mbah Sumirah berangkat karena masuk kuota prioritas lansia, dan Widi berangkat sebagai pendampingnya.

Mbah Sumirah (93 tahun) mendaftar pada 2018.

Jemaah asal Bojonegoro, Jawa Timur, ini tidak pernah menyangka bisa berangkat tahun ini.

Sementara Widi (45 tahun) mendaftar tahun 2012.

Baca Juga: Bisa Ditindak Askar ! Ini 6 Hal yang Harus Dihindari oleh Jemaah Haji Indonesia saat di Tanah Suci

Mestinya dia berangkat tahun depan, tapi maju karena menjadi pendamping ibunya.

Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 Embarkasi Surabaya (SUB-02).

Widi tampak setia mendampingi Mbah Samirah yang menggunakan kursi roda keluar menuju pintu gerbang 306.

Widi tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat membagikan cerita bagaimana ibunya bisa menjadi jemaah haji tahun ini.

“Alhamdulillah senang sekali, Mbak. Ini memang momen yang saya tunggu, apalagi ibu saya. Sebenarnya dia daftar tahun 2018, tapi karena dapat panggilan kuota lansia, akhirnya bisa berangkat tahun ini,” ujar Widi, sambil menitikkan air mata saat ditemui di pelataran Masjid Nabawi, Kamis 16 Mei 2024 pagi seperti dilansir laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Ada Hal yang Harus Dilakukan Jemaah Haji Indonesia saat Tiba di Bandara Arab Saudi. Ketahui Alur Kedatangan Fast Track dan Non Fast Track

Mendapat “panggilan mendadak”, Widi mengatakan dia hanya mempersiapkan keberangkatan ibunya selama 3 bulan sebelum keberangkatan.

“Pas orang-orang sudah manasik empat bulan lamanya, ibu saya baru dapat undangan. Langsung saya buru-buru ngurusin sendiri sama suami selama tiga bulan,“ kata Widi, diiringi senyum bahagia ibunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X