Biasanya, jika ada jemaah yang berzikir atau berdoa dengan keras, Penjaga Makam Uhud akan menegur, bahkan tidak segan mengusir pengunjung.
“Ya Hajj, mamnu' (tidak boleh),” tegas penjaga makam Syuhada Uhud.
6. Hindari Mencoret-coret
Beberapa jemaah haji Indonesia terlihat meninggalkan beberapa coretan nama pada bebatuan di Jabal Rumma.
Hal ini tentu dapat merusak keindahan situs sejarah Rasul dan para sahabat yang mulia.
Oleh karena itu, cukup tinggalkan kenangan doa-doa dan foto bersama.
Hindari menuliskan nama, apalagi ditambahkan asal negara.
Hal ini bukan hanya memalukan diri sendiri, namun juga merusak nama baik Indonesia.
“Mencoret-coret sangat dilarang, dan tidak ada manfaatnya bagi yang mencorat-coret,” terang Syeh Salih, salah satu penjaga makam Syuhada Uhud.
(*)
Artikel Terkait
Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024 Nurjanah dan Nenek Ummi. Daftar Haji 12 Tahun Lalu dari Hasil Panen Kebun, Kini Terbantu Layanan Prioritas Lansia
Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024: Inspiratif, Walau Tak Bisa Melihat dan Menunggu 14 Tahun, Nek Sajeriah Sangat Bahagia Berangkat Ibadah ke Tanah Suci
Kisah Mbah Bardan Jemaah Haji Indonesia Usia 92 Tahun. Rindu Mendiang Istri Tercinta, Pernah Berjanji Bersama ke Tanah Suci. Mendaftar Haji Sejak 2013
Tata Cara Masuk ke Raudhah saat Ibadah Haji 2024. Wajib Singgah, Rasulullah SAW Pernah Menyebut Raudhah Taman Surga. Area Mustajab untuk Berdoa
Guru Ngaji Musalla Berangkat Haji Sekeluarga Tahun 2024. Sholihan : Alhamdulillah, Setelah 12 Tahun Kami Bisa Pergi Haji
Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya
Kisah Mbah Harjo Mislan Jamaah Haji Indonesia Tertua 2024 Berusia 110 Tahun. Mantan Veteran Pejuang 1945 yang Pernah Berjuang Perang Melawan Belanda
Hanya Terjadi 2 Kali Setahun, Fenomena Astronomis Istiwa Azam Bisa Dilihat oleh Jemaah Haji 2024 Tepat di Atas Kakbah
Teruntuk Jemaah Haji Indonesia 2024, Ini Cara Mencegah Mabuk Udara atau Motion Sickness
Kisah Haji Indonesia 2024 : Tiga Bersaudara Asal Lampung Selatan Berangkat ke Tanah Suci Bareng. Nabung dari Hasil Bertani, Menunggu Selama 12 Tahun