“Penghasilan saya dari jualan saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian saya sisihkan untuk tabungan haji. Akhirnya pada akhir tahun 2012 uang terkumpul dan saya segera daftar haji,” kata Lukman dilansir laman resmi Kemenag RI.
Lantaran dananya hanya cukup untuk satu orang, ia pun daftar haji sendiri tanpa sang istri.
Ditanya perihal bekal untuk istri dan kelima anaknya, ia mengaku sudah memiliki tabungan yang cukup.
Bagi Lukman, jika ingin berhaji harus memiliki keinginan yang kuat, baik doa dan usaha.
Sebagaimana orang tua Lukman yang mengajari doa haji sejak kecil.
“Bapak saya mengajari saya doa haji sejak kecil, walaupun saya dari keluarga sederhana. Setiap salat saya selalu berdoa agar dimampukan haji,” ucap Lukman.
Menurut Lukman pula, siapa pun bisa haji apabila sudah ada niat dan dipanggil oleh Allah.
“Tekad awal saya adalah saya ingin haji. Jangan menunggu kaya, tapi usahakanlah sejak dini,” tandasnya.
(*)
Artikel Terkait
Kacau Nih, Kemenag RI Evaluasi Kinerja Garuda Indonesia Sering Mengalami Keterlambatan Pemberangkatan Haji 2024
Kisah Rohmat Penjual Terasi dan Cabe Menjadi Jemaah Haji Indonesia 2024 Asal Jateng. Di Tengah Keterbatasan Tetap Menabung, Punya Tekad Kuat Naik Haji
Penting ! Tanggal Penyelenggaraan Puncak Haji 2024 Harus Diketahui Jemaah Haji Indonesia. Kapan Wukuf Arafah dan Jadwal Lempar Jumroh Mina ?
Prosedur Cara Pakai Smart Card Haji saat Berangkat ke Arafah. Ingat ! Dilarang Masuk Armuzna Jika Tidak Punya Smart Card Haji