CEO Promedia Teknologi Agus Sulistriyono Desak Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat: Stop Impor Beras, Sapi, dan Daging Beku yang Memukul Petani dan Peternak

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 10 November 2024 | 18:49 WIB
CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono menyampaikan pemaparan. Promedia Teknologi Indonesia (PTI) bersama Bank BRI, sukses menggelar acara bertajuk ‘BRI Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan’ di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 23-24 Oktober 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)
CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono menyampaikan pemaparan. Promedia Teknologi Indonesia (PTI) bersama Bank BRI, sukses menggelar acara bertajuk ‘BRI Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan’ di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 23-24 Oktober 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM - CEO Promedia Teknologi Agus Sulistriyono menyuarakan kritik pedas terhadap kebijakan impor komoditas yang dinilainya merugikan petani, peternak, dan nelayan di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Agus menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah pro-rakyat, khususnya bagi kelompok kecil di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Menurut Agus, kebijakan impor yang tak terkendali telah membuat harga komoditas lokal seperti beras, sapi, dan domba menjadi sangat rendah, hingga para produsen dalam negeri kesulitan bersaing.

Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Pangan, Ini Tanggapan Guru Besar Universitas Jember dan Saran Strategi untuk Mewujudkannya

Ia menilai upaya swasembada yang digembar-gemborkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming akan sia-sia jika kebijakan ini tidak diubah secara nyata.

1. Stop atau Kurangi Impor Beras

“Kalo kita berpihak sama petani, peternak dan nelayan, maka stop/kurangi impor beras,” tegas Agus, Minggu 10 November 2024.

Ia menilai bahwa keberhasilan swasembada beras hanyalah angan-angan apabila harga jual beras di tingkat petani masih sangat rendah.

Kondisi ini membuat petani terancam terus merugi dan kehilangan motivasi untuk menanam padi.

2. Stop atau Kurangi Impor Sapi

Agus juga mengkritik tingginya ketergantungan pada sapi impor.

Menurutnya, jagal (penjagal hewan ternak) lebih mengutamakan sapi impor yang cenderung lebih murah, yang pada akhirnya membuat harga sapi lokal semakin jatuh.

“Akibatnya harga sapi lokal murah. Buat beli pakan penggemukan saja bisa tekor,” ujarnya.

3. Stop Impor Daging Domba Beku

Lebih lanjut, Agus menyoroti persoalan impor daging domba beku yang dinilai berpotensi menghancurkan ekonomi peternak kecil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X