Kesejahteraan Desa Disebut Bisa Naik dengan Ikut Menyokong Program Makan Bergizi Gratis, Ada Aturan Tentang Ikut Berpartisipasi dalam Ketahanan Pangan

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 2 Februari 2025 | 22:05 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia pada hari ini, Senin, 6 Januari 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia pada hari ini, Senin, 6 Januari 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Pernyataan Dadan tersebut berbarengan dengan ide menu belalang hingga ulat sagu dalam MBG.

“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” kata Dadan saat hadir dalam acara Rapimnas Pira Gerindra pada Sabtu, 25 Januari 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

“Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, bisa jadi menu di situ,” imbuhnya.

Perlu digarisbawahi jika pernyataan Dadan bukan sebagai acuan untuk menu nasional.

“Tapi itu contoh bahwa badan gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi,” terang Dadan.

Ia mengembalikan menu pada Makan Gratis Bergizi ini sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Nah, isi protein di berbagai daerah sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal, jangan diartikan lain, ya,” ujarnya,” ujarnya.

“Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu,” imbuhnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X