Benarkah Paus Fransiskus Mundur karena Kondisi Kesehatannya Terus Memburuk ? Ini Kata Pihak Vatikan

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 24 Februari 2025 | 16:34 WIB
Paus Fransiskus (Pope Francis) (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fransiscus)
Paus Fransiskus (Pope Francis) (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fransiscus)

KALIMANTANSATU.COM - Kesehatan Paus Fransiskus dikabarkan mengalami penurunan selama 24 jam terakhir.

Vatikan mengonfirmasi bahwa kondisi pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut memasuki fase kritis.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu 22 Februari 2025 malam waktu setempat, Vatikan menyebutkan bahwa Pope Francis memerlukan tambahan oksigen serta menerima transfusi darah.

"(Paus mengalami) krisis pernapasan mirip asma yang berkepanjangan pada pagi hari sehingga membutuhkan oksigen aliran tinggi," demikian pernyataan resmi Vatikan yang dikutip Reuters pada Minggu 23 Februari 2025.

Baca Juga: Di Tengah Pertarungan dengan Pneumonia, Vatikan Ungkap Penyakit Lain yang Diidap Paus Fransiskus

"Kondisi Bapa Suci masih kritis," lanjut pernyataan itu. "Paus belum keluar dari bahaya."

"Bapa Suci tetap dalam keadaan sadar dan telah menghabiskan hari dengan duduk di kursi, meskipun merasakan ketidaknyamanan yang lebih besar dibandingkan hari sebelumnya. Hingga saat ini, prognosisnya masih belum dapat dipastikan," tambah pernyataan tersebut.

Perawatan Intensif Paus Fransiskus

Selain membutuhkan tambahan oksigen, Vatikan juga mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus memerlukan transfusi darah setelah hasil tes menunjukkan jumlah trombositnya rendah, yang berkaitan dengan anemia.

Paus berusia 88 tahun itu telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari akibat kesulitan bernapas yang dialaminya selama beberapa hari.

Baca Juga: Bagaimana Keadaan Paus Fransiskus Sekarang ? Meski Dalam Kondisi Kritis, Dokter Sebut Pope Francis Tidak dalam Bahaya Meninggal Dunia karena Hal Ini

Dia kemudian didiagnosis menderita pneumonia di kedua paru-parunya.

Seorang dokter yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan bahwa tim medis di Rumah Sakit Gemelli mungkin menggunakan transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah dan trombosit Paus.

Trombosit sendiri merupakan fragmen sel darah yang berperan dalam pembekuan darah dan pencegahan pendarahan.

Dr. Andrea Vicini, seorang pendeta Jesuit sekaligus profesor di Boston College, mengatakan bahwa dia hanya mengetahui kondisi Paus melalui pernyataan resmi Vatikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X