Tuai Pro-Kontra di Negeri Sendiri, Program Makan Bergizi Gratis Justru Jadi Perhatian Pemimpin Dunia. Prabowo: Mereka Mau Belajar dari Kita

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Senin, 24 Maret 2025 | 14:09 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto mengecek langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya 2, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2025) pagi. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Presiden RI Prabowo Subianto mengecek langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya 2, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2025) pagi. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian dari berbagai pemimpin dunia.

Mereka bahkan menyatakan minat untuk mempelajari pelaksanaan program tersebut di Indonesia.

"Apa pun yang terjadi, ini suatu prestasi yang luar biasa. Saya terima surat-surat dari pimpinan-pimpinan dunia. Mereka bahkan mau belajar dari kita," kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip pada Minggu 23 Maret 2025.

Prabowo menjelaskan bahwa banyak pemimpin dunia yang datang ke Indonesia untuk mempelajari lebih dalam tentang program ini.

Padahal, Indonesia masih terbilang sebagai negara pemula dalam pelaksanaan MBG secara nasional.

Namun, program ini dianggap sebagai salah satu yang paling serius dan memiliki skala terbesar dalam menjangkau 38 provinsi.

Baca Juga: Ahli Kemiskinan Ungkap Makan Bergizi Gratis Bisa Tekan Kemiskinan 5,8 Persen

"Mereka bilang salah satu yang mereka ingin belajar dari kita adalah makan bergizi. Padahal kita baru mulai,” tambahnya.

Mereka menganggap bahwa kita salah satu yang paling serius. Dan paling besar usaha kita menangani ini," ujar Prabowo.

Sebagai informasi, dalam waktu tiga bulan setelah diluncurkan, program MBG telah menjangkau 38 provinsi dengan 3 juta penerima manfaat.

Namun, Prabowo mengaku bahwa masih ada anak-anak yang belum menerima manfaat dari program ini, dan hal itu mengusik hatinya.

"Hanya masalahnya kalau saya datang ke suatu desa atau suatu tempat, orang tuanya yang nanya, 'Pak kami di sini belum terima makan bergizi'. Jadi ini sesuatu yang mengusik hati saya.

Mereka dengar di desa sebelah sudah (terima MBG), dia dengar di sekolah sebelah sudah, dia belum bisa," kata Prabowo.

Untuk mempercepat jangkauan program ini, Presiden meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajarannya agar mencari cara yang lebih inovatif.

Baca Juga: Pemerintah Ingin Wadah “Tray” Makan Bergizi Gratis Buatan Industri Lokal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X