Peti kedua dibuat dari seng atau timah.
Ia berfungsi sebagai pelindung kedap udara, simbol bahwa warisan rohani Paus akan tetap abadi dan tidak tergoyahkan oleh waktu.
Peti ketiga, sebagai lapisan terluar, dibuat dari kayu ek.
Kayu ini dikenal karena kekuatannya dan menjadi simbol kehormatan tertinggi bagi seorang pemimpin Gereja.
Di bagian luar peti ini biasanya terukir salib emas dan lambang kepausan Paus yang telah wafat.
Akhir Sebuah Era dan Awal Baru
Pemakaman dengan tiga peti mati menandai akhir dari satu babak sejarah penting dalam Gereja Katolik.
Saat ribuan umat berkumpul dalam Misa Requiem di Lapangan Santo Petrus, dunia menyaksikan sebuah perpisahan penuh doa dan penghormatan terhadap seorang pemimpin yang meninggalkan warisan tak ternilai.
Pemakaman Paus Fransiskus tak hanya menjadi prosesi duka, tetapi juga momen refleksi spiritual bagi umat Katolik, serta simbol transisi menuju era kepemimpinan baru yang akan segera ditentukan melalui konklaf di bulan berikutnya.
(*)
Artikel Terkait
Bukan di Vatikan, Dimana Lokasi Paus Fransiskus Minta Dimakamkan ? Ini Jadwal Pemakaman Pope Francis
Presiden Prabowo Subianto Ungkit Nyinyiran Soal Makan Bergizi Gratis, Sebut Ada Profesor yang Perlu Perbaiki Sikap dengan Mencontoh Ustaz Adi Hidayat
Presiden Prabowo Subianto Kaget Drone Bisa Tabur Benih 25 Hektare Sehari, Petani di Jabar Ini Pernah Keluhkan Harga Sewanya yang Tinggi
Ada ‘Iuran Kebersamaan’ dari Potongan Insentif Pegawai Bapenda Kota Semarang, Mbak Ita Terima Setoran Rp3,8 Miliar Selama 2 Tahun
Sutradara Sekaligus Animator Film Jumbo Ryan Adriandhy Ceritakan Fakta Menarik di Balik Soundtrack Lagu Selalu Ada di Nadimu
Selidiki Kasus Makan Bergizi Gratis yang Diduga Membuat Keracunan Puluhan Siswa di Cianjur, BGN: Berasal dari MBG atau Bukan ?
Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial
Bukan Hanya di Sumsel, Tren Tabur Benih Pertanian Pakai Drone Ternyata Juga Pernah Viral di Jabar
Momen Presiden Prabowo Subianto Kaget saat Tanam Padi Pakai Drone: Dulu Lamanya 25 Hari, Sekarang Sehari Bisa 25 Hektare
Kini Laris se-Asia Tenggara, Sutradara Ryan Adriandhy Ngaku Pernah Hampir Menyerah saat Bikin Film Animasi Jumbo