Dari ratusan pengaduan yang masuk, sebanyak 116 telah diverifikasi, dan 11 orang sudah menerima refund. Kementerian PKP juga menyatakan siap mengawal seluruh proses hingga tuntas.
"Kami bertemu dengan ratusan orang yang sangat sedih dan pahit hidupnya karena sudah bayar lunas tetapi tidak dapat rumahnya. Itu paling besar adalah soal Meikarta," kata Ara.
Titik Terang di Tengah Kekecewaan
Setelah bertahun-tahun tanpa kejelasan, banyak konsumen Meikarta kini melihat peluang baru untuk mendapatkan hak mereka. Meski refund baru diberikan ke sebagian kecil korban, kehadiran negara dalam menangani konflik antara pengembang dan rakyat kecil dianggap sebagai langkah maju.
Dengan tenggat yang sudah ditetapkan, bola kini ada di tangan Lippo Group. Jika komitmen ini gagal dipenuhi, bukan tak mungkin Kementerian PKP, atau dalam hal ini, Menteri PKP, harus mencari langkah-langkah baru guna segera menyelesaikan masalah ini.
(*)
Artikel Terkait
Segera Klaim Kuota Telkomsel Rp 0 20GB Gratis Sebelum 31 Mei 2025, Ketahui Caranya Sob
Kapan Libur Idul Adha 2025 ? Long Weekend Sekaligus Cuti Bersama Nih Sob, Cek Tanggalnya
Rekor Sejarah Nih ! FLPP Pemerintahan Prabowo Naik 1.100 Persen dari Tahun Lalu, Menteri PKP Maruarar Sirait Naikan Kuota Subsidi Jadi 350 Ribu Rumah
Di Hadapan Pelaku Migas Dunia, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Tidak Ingin Lagi Bergantung Impor Energi
Update Berita Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Bareskrim Polri Klaim Uji Labfor Skripsi Ayah Gibran di UGM Hasilnya Identik
Hendak Rencanakan Pertunangan, Dua Staf Kedutaan Israel Tewas Ditembak di Washington DC Amerika Serikat. Pelaku Teriakkan ‘Bebaskan Palestina’
Lagi Ramai, Respons 'Stecu' Dedi Mulyadi soal Kritikan 'Lambe Turah' dari Anggota DPR Andy Muawiyah Ramly
Tepis Dugaan Isu Ijazah Palsu Jokowi Semasa Sekolah, Bareskrim Polri : Lulusan SMA 6 Surakarta Tahun 1980
Begini Pembelaan Budi Arie Ketika Namanya Terseret Dugaan Melindungi Situs Judol hingga Dapat Jatah 50 Persen
Dirut Sritex Ditangkap ! Bagaimana Update Kasus Korupsi Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto ? Kejagung Sita Sejumlah Barang