KALIMANTANSATU.COM - Salah satu agenda Presiden Prabowo dan delegasi khusus Indonesia ke Brasil adalah untuk menghadiri KTT BRICS 2025.
Kehadiran Prabowo di KTT BRICS 2025 ini adalah yang perdana setelah Indonesia bergabung dan menjadi salah satu negara yang berpartisipasi.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin negara anggota BRICS tahun 2025 itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang tertuang dalam Leaders’ Declaration.
Leaders’ Declaration fokus pada penguatan multilateralisme, perdamaian global, kerja sama ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Polri Mengajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Ini Alasannya
Prabowo memberikan penegasan dukungan penuh Indonesia terhadap arah baru kerja sama BRICS.
“Kemudian outcomes daripada pertemuan tadi, salah satunya adalah leader declaration dan dalam leader declaration itu ada beberapa poin yang terkait dengan penguatan multilateralisme dan reform daripada global governance,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Rio de Janeiro, pada Minggu, 6 Juli 2025 waktu setempat.
Poin ini berfokus pada penguatan perdamaian dan stabilitas internasional, serta pendalaman kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan keuangan.
Untuk Indonesia, agenda ini penting dalam memperluas akses pasar bagi produk nasional dan menciptakan ketahanan ekonomi di tengah gejolak global.
“Poin kedua ini menjadi penting bagi Indonesia di tengah ketidakpastian kita punya BRICS yang diharapkan bisa juga untuk menyerap pasar dari produk-produk Indonesia,” imbuh Airlangga.
Selanjutnya, negara-negara BRICS sepakat bahwa transisi energi dan pembangunan hijau harus tetap mempertimbangkan keadilan bagi negara berkembang.
“yang ketiga tentu terkait dengan climate change dan promoting sustainable, yang fair and inclusive development,” kata Airlangga lagi.
Untuk poin keempat, Airlangga mengungkapkan bahwa ada penguatan kemitraan dalam bidang pembangunan manusia, sosial, dan kebudayaan.
Indonesia menilai kerja sama ini penting untuk mendorong transformasi sosial yang merata dan saling memperkuat di antara negara-negara anggota.
Artikel Terkait
Cek Pengumuman Hasil Akhir Seleksi PPPK Tahap II Fakfak Tahun 2024 Tenaga Kesehatan, Tenaga Teknis dan Tenaga Guru
IFG Berbagi Kebahagiaan Muharram: “Satu Hari Bersama, Seribu Makna Bahagia” di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Anni’mah Jakarta Timur
Penumpang KA Sancaka Terluka Akibat Kaca Kereta Api Dilempar Batu di Klaten, Begini Respons KAI
Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Rudy Eka Priyambada Gabung ke Klub Cristiano Ronaldo, Tangani Tim Wanita Al Nassr FC
Ini 5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Buru-Buru Beli Mobil Listrik ! Salah Satunya Biaya Baterai Selangit
Sempat Ramai Netizen Indonesia vs Brasil di Medsos soal Juliana Marins Tewas, DPR Sarankan Basarnas Mulai Gunakan Translator
Mentan Andi Amran Sulaiman Wanti-wanti Pengusaha Beras Nakal, Ingatkan Satgas Pangan Bakal Pantau Sampai Daerah
Begini Komitmen Kementerian Pariwisata dan Pemkab Manggarai Barat Perkuat Tata Kelola Pengunjung di Destinasi Labuan Bajo
3 Orang Ditangkap ! Polda Lampung Ungkap Praktik Pornografi Lewat Grup Sesama Jenis di Facebook
Polri Mengajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Ini Alasannya