Bikin Onar Lagi ! KKB Papua Bakar Gereja, Puskesmas, Sekolah Hingga Rumah Bupati Puncak Elvis Tabuni

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 9 Juli 2025 | 09:19 WIB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah fasilitas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Minggu 6 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Satgas Ops Damai Cartenz)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah fasilitas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Minggu 6 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Satgas Ops Damai Cartenz)

KALIMANTANSATU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah fasilitas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak.

Terrmasuk dua unit rumah milik Bupati Puncak Elvis Tabuni yang sudah lama tidak ditempati, serta Kantor Distrik Omukia, pada Minggu (6/7/2025).

Selain rumah dinas Bupati Puncak yang sudah lama tidak ditempati dan Kantor Distrik, Satgas Ops Damai Cartenz juga mencatat KKB melakukan pembakaran empat bangunan lain.

Yakni satu unit gereja di Kampung Pinapa Distrik Omukia, rumah dinas Pemda di Kampung Pinapa, puskesmas di Kampung Pinapa, dan satu unit bangunan sekolah dan kantor kampung di Kampung Pinggil Distrik Omukia.

Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa.

Baca Juga: Sering Beraksi Brutal, TNI Tembak Tokoh OPM Enos Tipagau di Kampung Baitapa Distrik Baitapa Kabupaten Intan Jaya

Dalam keterangan tertulisnya, Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol Adarma Sinaga menegaskan, klaim KKB terkait penggunaan rumah Bupati dan Kantor Distrik sebagai pos militer tidak benar.

Hal itu merupakan bagian dari propaganda yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini publik.

“Kelompok KKB berupaya membangun narasi seolah-olah pemerintah memanfaatkan fasilitas sipil untuk kepentingan militer. Narasi ini digunakan KKB untuk membenarkan aksi kekerasan mereka serta memengaruhi dan menghasut warga, sedangkan hal tersebut tidaklah benar," tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Narasi Propoganda

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo menimpali, Sebby Sambom yang mengakui sebagai juru bicara TPNPB OPM telah menyebarkan pernyataan yang menuding penempatan pasukan militer di rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia telah menimbulkan ketakutan kepada warga dari kampung halaman mereka.

Baca Juga: Panglima TNI Agus Subiyanto Dampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Mentan Amran Sulaiman Panen Tebu untuk Swasembada Gula Nasional di Sleman

“Padahal, sebelum narasi dari Sebby Sambom muncul, akun-akun simpatisan KKB sempat memframing bahwa pembakaran bangunan di Ilaga justru dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Ini menunjukkan adanya pola propaganda terstruktur untuk menggiring opini publik yang mereka buat,” kata Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Narasi pembakaran yang diklaim sebagai perlawanan terhadap “militerisasi” fasilitas sipil disebut kerap menjadi strategi KKB untuk menarik simpati internasional serta membangun dukungan masyarakat lokal.

“Sudah menjadi kebiasaan KKB, apabila pihak mereka melakukan kejahatan pembunuhan terhadap warga sipil, mereka selalu menyebut korbannya adalah aparat militer Indonesia yang menjadi mata-mata, namun faktanya yang mereka lakukan adalah membunuh warga sipil yang tidak bersalah,” timpalnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X