Setahun Pemerintahan Prabowo, Kini Lebih dari 1.100 Desa Belum Berlistrik Dapat Akses Listrik

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 20:27 WIB
Ilustrasi desa pedalaman teraliri listrik. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi desa pedalaman teraliri listrik. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah membangun jaringan listrik di lebih dari 1.100 desa selama satu tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Bahlil bilang, peningkatan akses listrik ke desa-desa menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Tahun ini Bapak Presiden kita mampu membangun jaringan di 1.100 lebih desa. Total desa yang kita belum aliran listrik 5.700, ada 4.400 dusun. Sekarang lagi pasang 1.100 lebih desa, kemudian 250.000 (akan) pasang,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Lanjut Bahlil, pemerintah menargetkan semua desa dan dusun di Indonesia sudah dialiri listrik pada 2030.

Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20 Persen ! Pertama Kali Dalam Sejarah Terjadi di Pemerintahan Prabowo Subianto, Hasil Revitalisasi Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Ia mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus kepada anak-anak di seluruh pelosok Tanah Air agar bisa menikmati dukungan teknologi di sekolah-sekolah.

“Presiden mempunyai perhatian khusus kepada anak-anak kita di pedalaman-pedalaman, daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Bahwa Presiden punya keinginan agar sekolah-sekolah itu harus memakai teknologi, pakai layar. Jadi, mau tidak mau listrik harus kita masukkan,” ucap dia.

Ia pun menerangkan ada dua model pasokan listrik yang dibangun pemerintah, salah satunya solar panel atau listrik tenaga surya.

“Sambil kita paralel untuk mendorong transisi energi dengan memakai tenaga surya. Ini juga kita lagi siapkan ke depan,” kata Bahlil.

Listrik Desa atau Lisdes merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menargetkan elektrifikasi 5.758 desa dan 1,2 juta rumah tangga.

Baca Juga: Ketika Prabowo Subianto dan Ramaphosa Hidupkan Semangat Afrika di Istana Lewat Seruan “Amandla–Awethu!”

Program ini diprioritaskan bagi rumah tangga di desa-desa dengan ketertinggalan akses, tantangan geografis, dan kebutuhan sosial tertinggi.

Rasio elektrifikasi nasional telah mencapai sekitar 99,83% pada akhir 2024, sehingga Lisdes 2025-2029 difokuskan untuk menuntaskan kantong-kantong yang belum berlistrik.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X