“Karena taruhannya adalah nyawa para siswa,” ujar Endah.
Kebersihan dan Proses Masak Jadi Sorotan
Endah mengingatkan bahwa kapasitas produksi yang besar menuntut persiapan lebih dini, yang justru bisa meningkatkan risiko kontaminasi jika tidak diimbangi dengan pengelolaan sanitasi yang baik.
Bupati Gunungkidul itu menilai bahwa proses memasak dalam skala besar perlu dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap suhu, waktu penyimpanan, serta pengiriman makanan.
“Semakin banyak jumlah porsi yang harus dibuat, jam masak juga semakin dini. Ini berpotensi besar membuat makanan mudah terkena bakteri,” katanya.
Endah menekankan agar seluruh pihak yang terlibat di dapur MBG lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan dan tidak memaksakan penggunaan bahan yang sudah meragukan kualitasnya.
“Pakai hati dan perasaan. Kiranya ada makanan, bahan makanan yang memang basi atau meragukan, supaya tidak dikirim, karena taruhannya nyawa anak kita,” pesan Endah.
(*)
Artikel Terkait
Di Balik BGN Sebar 5.000 Koki Profesional ke SPPG, Ada Akar Masalah Menu MBG yang Tak Boleh Diabaikan !
Desak Oknum Tukang Olah Proyek MBG Harus Dibersihkan ! CEO Promedia Agus Sulistriyono : Jangan Rusak Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto
MBG Dibahas di Forbes Global CEO Conference 2025, Prabowo Subianto Klaim Beri Makan Rakyat Setara 7 Singapura Setiap Hari
Ketika BGN Kembalikan Rp70 Triliun Anggaran Tak Terserap MBG, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Respons Begini ! Beda Persepsi ?
Alasan Prabowo Subianto Optimis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Makan Bergizi Gratis (MBG) ! Klaim Ada Kaitannya dengan Lapangan Kerja
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Dorong Madu Jadi Alternatif Menu MBG, Ini Alasannya
Ini Alasan Madu Bisa Menjadi Menu Pendamping MBG Menurut Kementerian UMKM
Dana MBG Tidak Terserap Bakal Ditarik Menkeu Purbaya, BGN Jamin Rp71 Triliun Habis di Akhir 2025. Apakah Bisa ?
Kemenkes Apresiasi MBG dan Bakal Monitoring Efektivitas, Dinilai Bantu Turunkan Angka Stunting hingga Mengatasi Masalah Kesehatan Nasional
Ungkap Peran Tim Koordinasi MBG yang Baru Dibentuk Presiden Prabowo Subianto, Mensesneg Hadi Prasetyo Jelaskan Tujuan Pembentukannya