Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah desa setempat dan diteruskan ke Pos AL Purworejo, Polsek Ngombol, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo, serta LPSPL Serang Wilayah Kerja Yogkyakarta.
Tim dari berbagai instansi itu langsung bergerak cepat menuju lokasi, termasuk dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo dan dokter hewan dari Yayasan Sealife Indonesia.
Berbagai macam upaya secara manual dengan tenaga manusia telah dilakukan untuk memindahkan bangkai hiu paus, namun karena bobot hiu paus yang diperkirakan lebih dari 1 ton, upaya ini tidak membuahkan hasil.
Setelah melakukan koordinasi, satu alat berat (excavator) milik Dinas PUPR Purworejo pun didatangkan untuk membantu proses evakuasi.
Bangkai hiu paus itu kemudian dipindahkan ke area vegetasi pantai untuk dilakukan penguburan.
Namun, sebelum dikubur, bangkai ikan tersebut dinekropsi, untuk menginvestigasi penyebab kematiannya.
Bedah Bangkai (Nekropsi)
Dengan dibantu petugas lapangan, dokter hewan Dwi Suprapti dari Sealife Indonesia melakukan pembedahan pada perut ikan tersebut.
Sejumlah organ dalam seperti jantung, hati, ginjal, limpa, usus, lambung, isi lambung, jaringan kulit dan otot, diambil sebagai sample untuk pengujian laboratorium.
Berdasarkan pemeriksaan fisik eksternal, tidak ditemukan luka signifikan pada tubuh hiu paus selain bekas luka melepuh pada ekor bagian bawah.
“Secara umum, kondisinya sudah kode 3 artinya bangkai mulai membusuk (moderate decomposition). Diperkirakan hiu paus ini mati lebih dari 24 jam. Namun, masih dapat dilakukan nekropsi meskipun banyak jaringan yang diduga sudah mengalami autolisis” Ujar Dwi.
Demikian juga hasil pemeriksaan organ dalam tubuh hiu paus secara makroskopis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan.
Namun, saat membuka bagian lambung, ditemukan penuh makanan berupa kumpulan udang kecil (udang rebon) dan belum tercerna.
Artikel Terkait
Akses Jalan Darat Mulai Terbuka, PLN Perluas Jangkauan Listrik untuk Warga Sibolga Setelah Infrastruktur Rusak Akibat Banjir dan Longsor
DevFest Bandung 2025 Sukses Terselenggara di Universitas Kristen Maranatha, Acara Teknologi Terbesar Se-Nusantara
Empati Nasional Mengalir Deras Setelah Banjir dan Longsor, BNPB Pimpin Penanganan Bencana di Sumatera
Gandeng BNPB, IFG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar
Sepekan Pasca Bencana Banjir di Tapanuli Selatan: Warga Simataniari Mengaku Belum Terima Bantuan Layak, Hanya Makan Ubi dan Jagung
IPO RLCO Hari Ini ! Menjadi Perusahaan ke-25 yang Listing di BEI pada 2025, Intip Bidang Usaha Abadi Lestari Indonesia dan Rencana Penggunaan Dana IPO
Saham RLCO IPO di BEI, Ada Pembatasan bagi Pengendali ! Investor Harus Tahu Informasi Ini
PTPP Dapat 3 Proyek Besar di IKN, Bakal Bangun Kantor dan Gedung Baru Nih. Apa Saja ?
Langsung Masuk Daftar Top Gainer, Saham RLCO Sentuh ARA Melonjak 34,52 Persen Setelah Resmi IPO di BEI
Menkop Ferry Juliantono Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Kini Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan