Bagi Indonesia, ia merekomendasikan penguatan diplomasi jalur kedua, perluasan kolaborasi akademik, serta kerja sama di bidang keamanan non-tradisional seperti siber, perlindungan infrastruktur kritis, dan konservasi lingkungan.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa meskipun kebijakan retrenchment Amerika Serikat telah mengubah lanskap strategis Indo-Pasifik, kawasan tersebut tetap menjadi poros utama geopolitik global.
Bagi Indonesia, tantangannya adalah memperkuat kapabilitas maritim dan pertahanan, menjaga sentralitas ASEAN, serta menavigasi persaingan kekuatan besar melalui diplomasi yang pragmatis, non-blok, dan berlandaskan kepentingan nasional.
(*)
Artikel Terkait
Prospek Bisnis Jamur Merang Sangat Menjanjikan ! Yuk, Ketahui Cara Budi Daya Jamur Merang Pakai Tongkol Jagung, Hal Ini Harus Diketahui saat Menanam
Perkuat Literasi Risiko Nasional, IFG Dorong Asuransi sebagai Instrumen Mitigasi yang Dibutuhkan Masyarakat
Transformasi Digital IFG Catat 500 Ribu Pengguna, Ekosistem One by IFG Perluas Akses Layanan Keuangan Terintegrasi Nasional
Ambrol Efek MSCI, OJK Beberkan Jurus Strategis Perkuat IHSG dan Kepercayaan Investor Global
IHSG Berpeluang Bangkit ke 8.400 ? Begini Analisa Senior Partner SGMC Capital Mohit Mirpuri
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Apa Ada Kaitannya Dengan Imbas MSCI dan Gejolak IHSG ?
Profil Iman Rachman Dirut BEI yang Mundur Setelah IHSG Ambrol Efek MSCI
4 Pejabat OJK Mundur Imbas IHSG Trading Halt Pasca Pengumuman MSCI ! Mirza Adityaswara Susul Mahendra Siregar, Inarno Djajadi & Aditya Jayaantara
Siapa Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman ? OJK Akan Menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 21 Juta SID ! IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi Selama Periode 23-30 Januari 2026