“Khusus untuk hari Senin dan Kamis, kami tetap dengan menu basah untuk Posyandu. Selain itu, menggunakan menu kering,” jelas Aman.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai menu MBG Ramadan yang dinilai kurang layak di sejumlah wilayah, Aman menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan koordinasi aktif antara pengelola SPPG, mitra dapur, serta yayasan pendukung program.
“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih atas masukan dan kritik yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana program akan semaksimal mungkin terus mengevaluasi dan memperbaiki sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia juga mengajak publik untuk mengawal program ini secara konstruktif. “Tetap kawal program ini, saling mengoreksi, dan lebih bijak dalam memberikan komentar,” tambahnya.
Dengan komitmen perbaikan berkelanjutan, SPPG Karangdowo memastikan program MBG tetap hadir sebagai upaya pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan, termasuk selama bulan Ramadan.
(*)
Artikel Terkait
Kisah Bu Eem Juru Masak Berusia 53 Tahun di Dapur MBG SPPG Cijayanti , Bersyukur Bisa Bekerja
Jalan Rezeki Ahmad Terbuka Setelah Pemuda Lulusan SMP Bogor itu Kerja di Dapur MBG SPPG Cijayanti, Terima Gaji Rp 90 Ribu per Hari
MBG Prasmanan di Sukabumi Ciptakan Kebersamaan di Sekolah, Siswa Gembira
Kisah Mantan Narapidana Menata Ulang Hidupnya Lewat Dapur MBG, Pernah Terjerumus "Titik Gelap" Tahun 1991
Di Hadapan Pengusaha AS ! Prabowo Subianto Cerita Danantara, MBG hingga Pemberantasan Korupsi Indonesia
Seporsi MBG dan Pancaran Senyum Ketenangan di Wajah Anak-Anak Difabel Sumba
Kehadiran Dapur MBG di Sukoharjo Selamatkan Ibu Tiga Anak dari Jeratan Utang