KALIMANTANSATU.COM, PALESTINA — Otoritas Palestina mengonfirmasi telah membentuk kantor penghubung (liaison office) guna memfasilitasi koordinasi dan komunikasi dengan dewan perdamaian (Board of Peace).
Melalui pembentukan kantor tersebut, Otoritas Palestina menegaskan kesiapan untuk menjalankan tugas-tugas di Jalur Gaza.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh dalam surat yang dikirimkan kepada Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, seperti dikutip dari kantor berita Palestina WAFA, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Dalam Semangat Ramadan 2026, Indonesia dan Yordania Perkuat Koordinasi Isu Perdamaian Palestina
Dalam surat tersebut, Al-Sheikh menyebutkan bahwa kantor penghubung itu dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa.
Pembentukan kantor ini juga merupakan bagian dari komitmen Palestina untuk mendorong terwujudnya masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.
Al-Sheikh juga menegaskan bahwa seluruh komunikasi yang dilakukan dengan perwakilan Board of Peace berlangsung dalam kerangka mendukung jalur politik yang dipimpin Presiden AS Donald Trump guna memastikan stabilitas dan perdamaian di Palestina.
Baca Juga: Menlu Sugiono Tegaskan Yordania Berkomitmen Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Palestina
"Kantor ini sudah siap untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kantor Anda (Kantor Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza)," ujar Al-Sheikh kepada Mladenov dalam surat tersebut.
Dalam surat itu, Al-Sheikh juga menyatakan bahwa Otoritas Palestina menyambut baik Rencana Perdamaian 20 Poin yang diusulkan Presiden Trump, Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, pembentukan kantor Perwakilan Tinggi Board of Peace, serta pembentukan Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan transisi konkret untuk mendukung stabilitas jangka panjang di Gaza dan Tepi Barat, serta upaya untuk mendukung prinsip satu sistem, satu hukum, dan satu otoritas di kedua wilayah tersebut.
"Ini adalah langkah-langkah transisi nyata yang akan berkontribusi untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina sekaligus menyediakan layanan keamanan dan pemerintahan tanpa menciptakan dualitas pemerintahan, hukum, dan keamanan bagi rakyat kami di Gaza dan Tepi Barat," imbuh dia.
(*)
Artikel Terkait
Begini Reaksi Penerima Manfaat ketika MBG Disebut Program Jahat oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto
Bersiap Sambut Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Berlubang di Jalur Pantura
Menohok Banget ! Pesan Dirut LPDP untuk Penerima: Pakai Duit Pajak, Harus Jaga Nama Baik Indonesia
Diplomasi Kuda Api Indonesia-Tiongkok di Imlek Festival 2577, Irene Umar : Tidak Hanya Tradisi, Tetapi Juga Merayakan Persahabatan
Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace, Pemerintah Indonesia Sambut Baik
Pertamina Siapkan Pasokan BBM hingga Rest Area Demi Masyarakat Mudik Aman dan Nyaman saat Lebaran 2026
Kisah Nur dan Kejutan MBG untuk Ayah di Sigi: Ketika Cemas Berujung Tangis Haru
Menlu Sugiono Tegaskan Yordania Berkomitmen Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Palestina
Sepakat ! Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina
Dalam Semangat Ramadan 2026, Indonesia dan Yordania Perkuat Koordinasi Isu Perdamaian Palestina