Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:39 WIB
ILUSTRASI EKONOMI - Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik)
ILUSTRASI EKONOMI - Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah secara konsisten memperkuat ketahanan fondasi ekonomi nasional sembari mengakselerasi deretan kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Strategi di sektor strategis difokuskan pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, transformasi BUMN dan kelembagaan, serta pengembangan mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum ekspansi domestik di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

“Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” ungkap Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang: BUMN Harus Jadi Pembangun Kapabilitas Nasional, Bukan Sekadar Pelaksana Proyek

Indikator Utama Ketahanan Perekonomian Domestik

Penguatan kebijakan dalam negeri ini krusial dilakukan untuk memitigasi risiko eksternal yang dipicu konflik geopolitik, gejolak harga energi, hambatan perdagangan, serta ketatnya kondisi pembiayaan global.

Di sisi domestik, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat sebesar 5,45% pada Semester I-2026, inflasi terjaga pada 2,88%, sementara realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan.

Dalam pelaksanaannya, jelas Haryo, Pemerintah terus mempercepat hilirisasi dan penguatan rantai pasok nasional.

Hingga 2026 telah dilakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi yang mencakup pengolahan batu bara menjadi DME (Dimethyl Ether/dimetil eter), hilirisasi tembaga dan emas, garam industri, alumina menjadi aluminium, serta waste to energy.

Proyek-proyek tersebut diproyeksikan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru sekaligus memperkuat nilai tambah dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Penguatan pengelolaan sumber daya alam juga dilakukan melalui pengembangan Bank Emas dan optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor.

Bank Emas yang dikelola Pegadaian dan BSI (Bank Syariah Indonesia) telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar USD20 miliar.

Baca Juga: Peluncuran IBMA: Menko Airlangga Incar 1.800 Ton Emas Masyarakat yang Masih Disimpan di Bawah Bantal untuk Masuk Ekosistem Perbankan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X