reginternasional

Apa itu Virus Ngorok atau Septicaemia Epizootica ? Peternak Harus Tahu, 431 Ekor Kerbau Mati Mendadak di Kabupaten OKI Sumatera Selatan, Ini Gejalanya

Kamis, 18 April 2024 | 09:08 WIB
Ilustrasi peternak kerbau (Kalimantansatu.com/Pixabay ArtTower)

KALIMANTANSATU.COM - 431 ekor kerbau milik Peternak kerbau di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan mati mendadak.

Kematian hewan ternak ini disebabkan oleh virus Septicaemia Epizootica (SE) atau virus ngorok selama dua pekan terakhir.

Sebenarnya, apa itu virus ngorok atau Septicaemia Epizootica ?

Dilansir Isikhnas, penyakit Septicemia epizootica (SE) atau ngorok adalah suatu penyakit infeksi akut atau menahun pada sapi dan kerbau yang terjadi secara septikemik.

Penyakit ini terjadi juga pada jenis ternak yang lain seperti pada onta, kambing, domba, babi dan kuda.

Sesuai dengan namanya, pada kerbau dalam stadium terminal akan menunjukkan gejala ngorok (mendengkur), disamping adanya kebengkakan busung pada daerah-daerah submandibula dan leher bagian bawah.

Baca Juga: Apa itu Abdominal Surgery ? Berkaitan Dengan Ilmu Kesehatan, Mari Kita Ketahui Abdominal Surgery itu Apa Sahabat

Penyakit SE menyebabkan kerugian besar karena dapat menyebabkan kematian, penurunan berat badan, serta kehilangan tenaga kerja pembantu pertanian dan pengangkutan.

Selain itu peternak sering terpaksa harus menjual ternaknya di bawah harga untuk dipotong termasuk di antaranya yang masih berguna bagi peternakan untuk menghindari kerugian akibat kematian ternak.

Penyebab Septicemia Epizootica

Penyakit ngorok atau SE disebabkan oleh Pasteurella multocida serotype 6B dan 6E menurut klasifikasi Namioka dan Mlirata.

Type B dikenal sebagai type I pada klasifikasi Carter dan biasanya diisolasi di Asia, sedang type E biasanya terisolasi di Afrika.

Dengan pewarnaan Giemsa atau Methylene Blue, organisme penyebab penyakit ini terlihat berukuran relatif kecil, berbentuk kokoid dan bipolar bila diwarnai dengan Giemsa Wright atau karbol fuchsin.

Bersifat Gram negatif, tidak membentuk spora, non motil dan berselubung (kapsul) yang lama kelamaan dapat hilang karena penyimpanan yang terlalu lama.

Bentuk koloni tidak selalu seragam, tergantung pada berbagai faktor, antara lain macam media yang digunakan, umur bakteri dalam penyimpanan, frekwensi pemindahan bakteri dan sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini