Koloni bakteri yang baru diisolasi dari hewan sakit atau hewan percobaan biasanya bersifat mukoid, dan lama- kelamaan berubah menjadi smooth atau rough.
Bakteri Pasteurella multocida membebaskan gas yang berbau seperti sperma.
Gejala Virus Ngorok
Gejalanya tidak banyak terlihat, tetapi langsung timbul kematian yang mendadak.
Hewan yang terserang biasanya menderita demam tinggi, tidak mau makan, diare, dan feses berdarah Kebengkakan dan busung terlihat di kepala, bagian bawah dada dan kaki atau pangkal ekor.
Lesi di kerongkongan mengakibatkan sesak nafas dan kesulitan menelan.
Hewan yang menderita penyakit ini sangat tertekan dan murung, kematian dapat terjadi antara 1-2 hari setelah terjadi gejala.
Spesies Rentan
Telah diketahui bahwa bakteri bersifat saprofit pada hewan yang menjadi inang.
Hewan-hewan tersebut akan menjadi pembawa (carier) penyakit dan mungkin akan menjadi sumber penularan bagi hewan lain yang rentan.
Di negara lain telah dilakukan penelitian dan diketahui bahwa Pasteurella dapat menginfeksi babi (48%), sapi (80%), tonsil anjing (85%), rongga hidung anjing (10%), gusi kucing (90%) dan tenggorokan manusia (3%).
Selain itu bakteri telah pula diisolasi dari kelinci, burung dara, burung pelican, kuda, kambing, domba, rusa, tikus, kanguru, ayam dan itik.
Berdasarkan penghitungan LD LD 50 dengan galur kupang, waktu derajat kerentanan hewan mulai dari yang paling rentan adalah kelinci, mencit, burung perkutut, burung merpati dan marmut. Ayam dan itik bersifat resisten.
Pengaruh Lingkungan